Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov Sulteng Khawatirkan Cuaca Ekstrem Bakal Picu Inflasi

📅 Jumat, 27 Feb 2026, 05:35 WIB | Oleh:
Pemprov Sulteng Khawatirkan Cuaca Ekstrem Bakal Picu Inflasi Doc: antara foto
Ket. Wakil Gubernur Sulteng Reny A. Lamadjido di Palu, Kamis (26/2).

PALU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (sulteng) mengingatkan perubahan cuaca ekstrem dapat mempengaruhi produksi pangan, hingga memicu inflasi di daerah.

"Perubahan cuaca ekstrem mempengaruhi produksi pangan di Sulteng, sehingga menyebabkan kenaikan harga komoditas volatile food seperti bawang, cabai, ikan laut, telur dan beras," ujar Wakil Gubernur Sulteng Reny A. Lamadjido di Palu, Kamis (26/2).

Lanjut dia, perilaku masyarakat yang cenderung memborong emas beberapa waktu terakhir, dinilai memberi andil terhadap tekanan inflasi di Sulteng.

Bahkan, Wagub Sulteng juga memperkirakan jelang libur Idul Fitri 2026, akan diikuti dengan kenaikan harga tiket transportasi sebagai salah satu pemicu inflasi.

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng melaporkan inflasi bulan Januari 2026 sebesar 0,1 persen dibandingkan Desember 2025. Komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada Januari 2026, antara lain emas perhiasan, ikan cakalang, ikan selar, ikan ekor kuning, cumi-cumi, minyak goreng, dan ikan teri. 

Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi Januari 2026 antara lain, cabai rawit, ikan lajang, cabai merah, bawang merah, bensin, beras, tomat, ikan katambo, angkutan udara, ikan kembung, dan telur ayam ras.

Selain itu, inflasi tahunan di Sulteng sebesar 4,55 persen yakni Januari 2026 dibandingkan Januari 2026. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi tahunan pada Januari 2026 antara lain, tarif listrik, emas perhiasan, beras, ikan lajang, ikan cakalang, ikan selar, bawang merah, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, akademi/perguruan tinggi, ikan kembung, ikan goreng, kue basah, angkutan udara, nasi dengan lauk, ikan ekor kuning, kue kering berminyak, Sigaret Kretek Mesin (SKM), ikan malalugis/ikan sorihi, dan telur ayam ras. 

Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi tahunan pada Januari 2026, antara lain cabai rawit, tomat, bawang putih, cabai merah, baju muslim wanita, tissu, telepon seluler, bensin, blus wanita, dan parfum.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.