Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov NTB Gelar 'Karpet Merah' untuk Pengusaha Lokal, Ada Apa?

📅 Selasa, 16 Sep 2025, 03:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov NTB Gelar 'Karpet Merah' untuk Pengusaha Lokal, Ada Apa? Doc: Antara
Ket. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan pidato saat musyawarah ke-VIII Kadin NTB di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (15/9).

Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.(NTB) memberikan kemudahan berinvestasi tidak hanya kepada investor asing melainkan juga pengusaha lokal agar mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja yang beragam.

"Kami ingin menggelar karpet merah bukan hanya untuk investor asing, tapi juga kepada investor lokal," kata Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di Mataram, Senin (15/9).

Iqbal menuturkan fokus pembangunan pemerintah daerah saat ini adalah ketahanan pangan dan pariwisata, sehingga investasi diarahkan kepada kedua sektor tersebut.

Ia mengajak pengusaha lokal yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Nasional (Kadin) yang selama ini belum pernah masuk ke sektor pangan dan pariwisata untuk masuk ke sana.

"Kedua sektor itulah yang potensinya sudah tidak bisa lagi diragukan di NTB dan kedua sektor itulah yang menurut identifikasi kami menjadi pengungkit dari persoalan-persoalan ekonomi yang dihadapi," kata Iqbal.

Sepanjang Januari sampai Juni 2025, realisasi investasi di Nusa Tenggara Barat sebesar Rp28,8 triliun. Adapun target tahun ini sebanyak Rp61,09 triliun.

Realisasi investasi bidang pertambangan mineral menorehkan capaian tertinggi mencapai Rp18 triliun, kemudian diikuti lapangan usaha industri Rp4,7 triliun, lapangan usaha pariwisata dan ekonomi kreatif Rp1,2 triliun, serta lapangan usaha perdagangan Rp940,57 miliar.

Pemerintah NTB sedang mencanangkan pembentukan NTB Capital, sebuah perusahaan modal ventura yang dimiliki oleh pemerintah daerah. Perusahaan pelat merah tersebut bertindak sebagai pemberi jaminan kepada investor aga mau menanamkan modal di Nusa Tenggara Barat.

Fungsi utama NTB Capital adalah untuk memastikan bahwa setiap kebijakan pemerintah sejalan dengan kepentingan dunia usaha.

"BUMD tidak diciptakan untuk bersaing dan mematikan dunia usaha, tetapi untuk mendukung dunia usaha," kata Iqbal.

Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Kadin Indonesia, Taufan Eko Nugroho, menyampaikan pihak siap menyelaraskan program Kadin dengan visi misi pemerintah NTB agar masyarakat bisa lebih sejahtera.

Menurutnya, fokus ketahanan pangan dan pariwisata adalah strategi yang tepat untuk mengungkit laju pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Barat.

"Kadin mitra strategis pemerintah, jadi apa yang diharapkan oleh pemerintah daerah untuk ekonomi ke depan, maka Kadin coba mendukung secara positif," pungkas Taufan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.