Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov Kaltim Libatkan Jerman untuk Kaji Pengembangan Sekitar IKN

📅 Rabu, 24 Jul 2024, 00:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Kaltim Libatkan Jerman untuk Kaji Pengembangan Sekitar IKN Doc: Antara/Adpim Pemprov Kaltim
Ket. Sekdaprov Kaltim Sri Wahyuni.

Samarinda - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) melibatkan German Agency for International Cooperation (GIZ) atau Badan Kerja Sama Internasional Jerman dalam melakukan kajian pengembangan wilayah sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Kajian inioutput-nya menjadimilestonedengan indikasi program," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim Sri Wahyuni saat Kajian Potensi Pangan, Energi, dan Jasa Wisata dari Zona Penyangga untuk IKN di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa.

Menurutnya, sesuai rencana awal kajian adalahgreen designapa saja yang bisa dikembangkan bagi daerah-daerah sekitar IKN.

Selain untuk mencukupi kebutuhan Kaltim sendiri, menurut Sekda, kawasan sekitar IKN bisa memasok kebutuhan warga IKN. "Terutama tiga sektor yakni pangan, energi dan pariwisata," katanya.

Green designpengembangan kawasan sekitar IKN, lanjutnya, bisa menjadi atensi bagi Otorita IKN dan Kementerian/Lembaga (K/L) terkait.

Bahkan informasi lengkap tim GIZ, tambahnya, bisa memperkaya dan memperkuat Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Kaltim.

"Kami ingin masukan dan saran dari perangkat daerah hari ini bisa melengkapi data kajian pihak GIZ untuk kedepannya," harap Sri Wahyuni.

Ia juga meminta kajian diperluas tidak hanya kawasan sekitar IKN (wilayah masuk 130 km dari titik nol IKN), tetapi meliputi 10 kabupaten dan kota.

"Sebab kalau kita bicara Kaltim, maka 10 kabupaten dan kota di dalamnya, termasuk Mahakam Ulu yang jauh wilayahnya, pasti ada kontribusi untuk IKN," ujarnya.

Manager GIZ IKI-JET Kaltim Ade Cahyat mempresentasikan kajian yang telah dilakukan pihaknya dalam bidang energi, pangan, dan pariwisata, untuk kawasan sekitar IKN.

"Kajian bertujuan melihat peluang kawasan sekitaran memasok 10 produk pangan, energi (listrik dan gas), serta jasa wisata bagi IKN," ujarnya.

Terdapat 52 kecamatan dari enam daerah (Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, Paser, Kutai Barat, Samarinda, dan Balikpapan) dengan luas wilayah 3,3 juta hektare dan jumlah penduduk 2,8 juta jiwa atau 73 persen penduduk Kaltim masuk dalam deliniasi zona penyangga atau daerah sekitar IKN.

"Dari potensi wilayah, maka pada 2035 daerah penyangga mampu memasok pangan dan energi untuk IKN, serta menyediakan kawasan wisata bagi warga IKN," sebutnya.

Paparan hasil kajian GIZ dihadiri pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov Kaltim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

47 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.