Pemkab Lombok Tengah Targetkan 19.420 Balita Terima Imunisasi Heksavalen
📅 Kamis, 13 Nov 2025, 16:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Lombok Tengah - Sebanyak 19.420 balita di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi sasaran imunisasi heksavalen yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
"Vaksin jenis heksavalen ini merupakan vaksin kombinasi yang memberikan perlindungan terhadap enam penyakit sekaligus dalam satu suntikan mulai dari difteri, tetanus, pertussis (batuk rejan), hepatitis B, Polio dan haemophilus influenze tipe b (Hib)," kata Wakil Bupati Lombok Tengah H M Nursiah saat membuka kegiatan sosial vaksin tersebut di Lombok Tengah, Kamis (13/11).
Ia mengatakan imunisasi ini sangat penting karena ini merupakan program langsung dari Kemenkes RI untuk bagaimana menjaga kesehatan balita atau masyarakat.
"Vaksin heksavalen ini menggantikan jadwal imunisasi dasar pada bayi di usia 2, 3, dan 4 bulan untuk mengurangi jumlah suntikan, rasa sakit, dan trauma pada anak, serta meningkatkan kepatuhan orang tua terhadap imunisasi," katanya.
Ia mengatakan Imunisasi heksavalen ini banyak manfaat mulai dari satu suntikan untuk enam perlindungan dan mengurangi rasa sakit dan trauma karena, dengan jumlah suntikan yang lebih sedikit, bayi akan mengalami lebih sedikit rasa sakit dan trauma dibandingkan dengan imunisasi yang terpisah-pisah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, imunisasi ini sangat penting karena vaksin kombinasi ini dapat membantu orang tua lebih patuh dalam menuntaskan imunisasi dasar lengkap (IDL) untuk anak mereka dan tentunya vaksin jenis ini dianggap lebih efisien.
“Jadi pelaksanaannya lebih praktis dan efektif bagi tenaga kesehatan, memungkinkan pelayanan yang lebih optimal,” katanya.
Sementara itu, Kabid Pengendalian Penyakit dan Lingkungan (P3KL) di Dinkes Lombok Tengah Lalu Putrawangsa menyampaikan bahwa ada 19.420 balita yang menjadi sasaran vaksin atau imunisasi heksavalen tersebut dan sebenarnya vaksin ini sama dengan vaksin sebelumnya namun dalam vaksin ini dilakukan penggabungan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Misalnya dulu untuk difteri, pertussis dan tetanus hingga hepatitis B maupun haemophilus influenzea tipe b (Hib) itu masing-masing ada vaksinnya tapi dalam imunisasi heksavalen itu semua digabung menjadi satu kali pemberian dan manfaatnya sama dengan vaksin sebelumnya juga,”terangnya.
Pihaknya menyampaikan bahwa dengan penggabungan vaksin ini maka ke depan anak-anak tidak lagi disuntik berkali-kali dan 19.420 balita ini mulai dilakukan suntikan kepada para balita.
"Kalau dulu balita disuntik di lengan kiri dan kanan tapi sekarang cukup di satu lengan saja," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!