Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pembagian Lahan Negara untuk Warga Miskin: Pemerintah Siapkan 1 Juta Bidang Tanah Sampai 2026

📅 Senin, 24 Nov 2025, 21:15 WIB | Oleh:
Pembagian Lahan Negara untuk Warga Miskin: Pemerintah Siapkan 1 Juta Bidang Tanah Sampai 2026 Doc: Jakarta Globe
Ket. Menteri Agraria Nusron Wahid (kiri) dan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (kanan) berbicara dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin, 24 November 2025.

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan pembagian lahan negara kepada satu juta rumah tangga miskin ekstrem sebagai bagian dari reformasi agraria besar-besaran. Langkah ini menjadi strategi utama untuk mencapai target penghapusan kemiskinan ekstrem pada tahun 2026 sesuai arahan nasional.

Program tersebut dikoordinasikan oleh Kementerian Pemberdayaan Masyarakat dan Kementerian ATR/BPN sebagai tindak lanjut atas Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025. Pemerintah menilai pembagian lahan menjadi cara paling efektif untuk memberi fondasi ekonomi jangka panjang kepada masyarakat yang selama ini berada di lapisan paling bawah.

Muhaimin Iskandar selaku Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat menegaskan bahwa penerima manfaat adalah warga dari desil 1 dan desil 2 yang masuk kelompok 20 persen termiskin.

"Pembagian lahan melalui reformasi agraria adalah strategi jangka panjang yang paling efektif untuk menurunkan angka kemiskinan," ujar Muhaimin.

Ia menjelaskan bahwa kelompok masyarakat pada desil-1 dan desil-2 akan menjadi penerima utama agar mereka memiliki aset produktif yang dapat mengubah kondisi ekonomi keluarga. Namun, ia mengakui adanya tantangan geografis karena sebagian besar warga miskin ekstrem berada di Pulau Jawa.

Muhaimin menambahkan bahwa sebagian besar lahan negara yang siap didistribusikan justru berada di luar Pulau Jawa sehingga desain program harus dibedakan.

"Programnya harus disesuaikan. Desain kebijakannya berbeda untuk wilayah Jawa dan non-Jawa," katanya.

Sementara itu, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menegaskan bahwa pihaknya bertanggung jawab menyiapkan lahan yang memenuhi kriteria TORA untuk dibagikan.

"Kami telah sepakat bahwa lahan TORA dan potensi aset tanah lainnya akan diselaraskan dengan program pemerintah untuk penghapusan kemiskinan," ujar Nusron.

Ia menjelaskan bahwa selama ini reformasi agraria mengutamakan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi lahan TORA, namun dalam program terbaru, kriteria tersebut akan diperluas. Pemerintah ingin memastikan pembagian lahan benar-benar mendukung target penghapusan kemiskinan ekstrem.

Nusron menambahkan bahwa penyesuaian kriteria diperlukan agar distribusi lahan negara dapat menjangkau lebih banyak keluarga miskin yang membutuhkan akses terhadap aset produktif. Pemerintah menilai bahwa kepemilikan lahan dapat membuka peluang usaha baru, meningkatkan ketahanan ekonomi, dan mengurangi ketergantungan pada bantuan sosial.

Program ini juga mempertimbangkan mekanisme relokasi bagi keluarga miskin yang berada di daerah tanpa ketersediaan lahan negara. Skema tersebut masih dibahas lebih lanjut oleh kementerian terkait untuk memastikan pelaksanaannya tidak menimbulkan beban tambahan bagi masyarakat.

Hingga kini, pemerintah masih memfinalisasi desain lengkap mengenai lokasi lahan, mekanisme penyaluran, hingga jadwal pelaksanaan di lapangan. Keputusan akhir diperkirakan diumumkan setelah kementerian merampungkan seluruh kerangka kebijakan.

Pemerintah berharap pembagian satu juta bidang tanah ini menjadi titik balik dalam upaya memperkuat aset ekonomi masyarakat miskin ekstrem. Dengan kepemilikan lahan yang sah, warga dapat membangun usaha kecil, meningkatkan pendapatan keluarga, dan keluar dari jerat kemiskinan secara berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.