Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRIN Akan Bentuk Pusat Penelitian Perikanan Tangkap untuk Perkuat Ilmu dan Teknologi Kelautan RI

📅 Senin, 24 Nov 2025, 19:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
BRIN Akan Bentuk Pusat Penelitian Perikanan Tangkap untuk Perkuat Ilmu dan Teknologi Kelautan RI Doc: Antara
Ket. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria (kiri) memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/11).

Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berencana membentuk Pusat Penelitian Perikanan Tangkap sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi protein nasional.

Rencana tersebut disampaikan Kepala BRIN Arif Satria usai melaporkan perkembangan riset dan hilirisasi inovasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/11).

"Saat ini memang di BRIN belum ada pusat penelitian perikanan tangkap. Insyaallah kami akan segera membentuk Pusat Penelitian Perikanan Tangkap untuk bisa menunjang target peningkatan produksi untuk protein ini," kata Arif.

Dia menjelaskan Presiden Prabowo memberi perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan protein nasional yang tidak hanya meliputi beras dan jagung, tetapi juga daging, ayam, telur, sapi, serta hasil perikanan.

Kepala Negara menyebut kebutuhan pangan seperti jagung dan beras relatif telah mencapai target nasional. Namun, kebutuhan protein seperti ayam, telur, sapi maupun perikanan harus terus ditingkatkan.

Arif mengatakan budidaya laut dan darat perlu terus digenjot untuk memenuhi kebutuhan domestik maupun ekspor.

"Sehingga budidaya laut, budidaya darat ini harus terus digenjot untuk bisa memenuhi kebutuhan domestik, juga memenuhi kebutuhan ekspor, dan yang penting lagi adalah perikanan tangkap," ucap Arif.

Selain membahas persoalan protein, Arif menyampaikan bahwa Presiden Prabowo juga menekankan peran lembaga riset dalam memberikan harapan baru melalui temuan dan inovasi untuk menyelesaikan berbagai persoalan nasional.

Arif pun melaporkan bahwa percepatan hilirisasi inovasi akan terus dilakukan melalui sinergi dengan kementerian terkait serta sejumlah mitra, termasuk Danantara dan Agrinas.

Dia menjelaskan Agrinas menjadi mitra yang harus terus digandeng dalam proses hilirisasi inovasi dan riset.

Arif mengebut Agrinas Palma, Agrinas Pangan, dan Agrinas Jaladri perlu mendapatkan teknologi terkini untuk memperkuat produksi pangan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo mengenai pentingnya mewujudkan swasembada pangan.

"Karena bagi Bapak Presiden, masalah swasembada pangan itu sesuatu yang harus benar-benar diwujudkan," ucap Arif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.