Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Lebak Genjot Inseminasi Buatan untuk Tingkatkan Populasi Kerbau

📅 Minggu, 26 Okt 2025, 17:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Lebak Genjot Inseminasi Buatan untuk Tingkatkan Populasi Kerbau Doc: Antara
Ket. Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, mengoptimalkan penerapan rekayasa teknologi inseminasi buatan (IB) untuk meningkatkan populasi ternak kerbau milik masyarakat.

Lebak, Banten - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, mengoptimalkan penerapan rekayasa teknologi penyuntikan reproduksi berupa inseminasi buatan (IB) untuk meningkatkan populasi ternak kerbau di daerah itu.

Kepala Bidang Produksi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lebak Irvan Pramerta di Lebak, Minggu (26/10), mengatakan peningkatan populasi ternak kerbau itu melalui rekayasa pelayanan teknologi IB agar populasi produksi ternak kerbau terus bertambah.

Saat ini, populasi ternak kerbau milik masyarakat di Kabupaten Lebak tercatat sebanyak 5.700 ekor.

Pemerintah daerah mengoptimalkan pelayanan teknologi IB agar dapat mewujudkan program swasembada daging kerbau dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Permintaan ternak kerbau di Kabupaten Lebak cukup tinggi, terutama untuk memenuhi kebutuhan konsumsi saat perayaan Idul Fitri dan Idul Adha.

"Kami berharap melalui teknologi IB itu dapat meningkatkan produksi populasi kerbau, sehingga memenuhi permintaan pasar," katanya.

Menurut dia, selama dua puluh tahun terakhir populasi kerbau di Kabupaten Lebak mengalami penurunan, karena berbagai faktor di antaranya pemotongan hewan, penjualan hingga kasus pencurian.

Padahal, populasi kerbau tahun 2005, Lebak sebagai sentra produksi terbesar dan masuk lima besar tingkat nasional dengan jumlah 35 ribu ekor.

Dengan demikian, pihaknya kini meningkatkan populasi peternakan kerbau tersebut maka dimaksimalkan pelayanan teknologi reproduksi IB dengan menerjunkan beberapa petugas ke sejumlah kecamatan.

Masyarakat yang memiliki ternak kerbau jika kerbau dewasa mengalami birahi agar cepat bunting maka bisa dilakukan rekayasa teknologi reproduksi IB secara gratis.

"Kami siap melakukan rekayasa IB hingga ke lokasi ternak milik masyarakat agar berkembang biak dari keturunan anak," kata Irvan.

Sukardi (55), peternak kerbau warga Desa Sindang Mulya Kecamatan Maja Kabupaten Lebak, mengatakan terbantu dengan adanya pelayanan penyuntikan IB untuk meningkatkan populasi ternak kerbau.

Saat ini, dirinya setiap hari melepas kerbau di perkebunan kelapa sawit PTPN VIII Cisalak, karena persediaan pakan rerumputan hijau yang melimpah.

Kerbau bisa dijual hingga empat ekor per tahun dengan harga pasaran rata-rata Rp25 juta per ekor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.