Pemkab Bogor Targetkan Perbaikan RTLH di Sekitar Kediaman Prabowo Subianto Tuntas dalam Dua Tahun
📅 Jumat, 13 Mar 2026, 15:39 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Kabupaten Bogo - Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan penanganan seluruh rumah tidak layak huni (RTLH) di sekitar kediaman Presiden RI Prabowo Subianto dapat dituntaskan dalam dua tahun ke depan.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan wilayah Babakanmadang menjadi salah satu prioritas percepatan program perbaikan RTLH, karena jumlahnya relatif lebih sedikit dibanding wilayah lain di Kabupaten Bogor.
“Untuk Babakanmadang kita proyeksikan mudah-mudahan dapat terselesaikan di 2026–2027, dalam dua tahun ke depan, karena jumlahnya kurang dari seribu rumah per kecamatan,” kata Rudy Susmanto di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/3).
Menurut Rudy, percepatan tersebut merupakan bagian dari program besar Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menuntaskan sekitar 24.000 rumah tidak layak huni yang terdata di seluruh wilayah kabupaten tersebut.
Ia menjelaskan penanganan RTLH dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga sektor swasta dan organisasi nonpemerintah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada tahun 2026, Pemkab Bogor memperoleh dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan untuk pembangunan atau perbaikan sekitar 4.000 unit rumah.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran dari APBD Kabupaten Bogor untuk penanganan 2.750 unit rumah tidak layak huni pada tahun yang sama.
Program tersebut juga diperkuat melalui dukungan sektor swasta. Salah satunya bantuan dari Astra yang diperkirakan mencapai sekitar 1.000 unit rumah, serta kontribusi dari sejumlah lembaga non-pemerintah (NGO) dan perusahaan lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Alhamdulillah, kita di tahun 2026 dapat bantuan dari Kementerian Perumahan sebanyak 4.000 unit. Dari APBD Kabupaten Bogor kita menganggarkan 2.750 unit, lalu ada bantuan Astra sekitar 1.000 unit, sehingga total sekitar 7.750 unit yang akan ditangani pada 2026,” ujarnya.
Rudy menyebutkan pada tahun 2025, pemerintah daerah bersama pemerintah pusat juga telah menangani sekitar 4.000 hingga hampir 5.000 rumah tidak layak huni.
Dengan tambahan program pada tahun 2026 yang diperkirakan mencapai sekitar 8.000 unit rumah, pemerintah daerah optimistis jumlah RTLH yang tersisa dapat berkurang signifikan dalam beberapa tahun mendatang.
Pemkab Bogor menargetkan seluruh rumah tidak layak huni yang terdata di daerah tersebut dapat dituntaskan secara bertahap hingga paling lambat pada 2028 melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kami optimistis dua sampai tiga tahun ke depan penanganan rumah tidak layak huni di Kabupaten Bogor bisa selesai sepenuhnya,” kata Rudy.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!