Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemimpin G20 Capai Konsensus Bersama untuk Menangani Tantangan Utama Global

📅 Minggu, 23 Nov 2025, 20:15 WIB | Oleh:
Pemimpin G20 Capai Konsensus Bersama untuk Menangani Tantangan Utama Global Doc: Antara
Ket. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg, Afrika Selatan.

Johannesburg - Para pemimpin dunia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok 20 (Group of 20/G20) ke-20 mencapai konsensus entang ketahanan terhadap bencana, keberlanjutan utang, transisi energi yang adil, dan mineral penting seiring mereka mengadopsi Deklarasi Para Pemimpin KTT G20 di Afrika Selatan, Sabtu (22/11).

Pengumuman pengadopsian deklarasi tersebut disampaikan dalam pembukaan KTT, yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Afrika. Pertemuan selama dua hari itu diselenggarakan di Johannesburg dengan mengusung tema "Solidaritas, Kesetaraan, dan Keberlanjutan" (Solidarity, Equality, and Sustainability).

Deklarasi tersebut memperingatkan bahwa bencana dan guncangan yang semakin tinggi frekuensinya dan intensitasnya, dapat melemahkan pembangunan dan membebani sistem respons. Para pemimpin mengatakan bahwa bencana dan guncangan tersebut menghambat kemajuan menuju pembangunan yang berkelanjutan dan membebani kapabilitas nasional maupun kemampuan sistem internasional untuk merespons.

Mereka menyerukan pendekatan terpadu yang berpusat pada masyarakat serta menyoroti perlunya penguatan ketahanan dan respons terhadap bencana, khususnya bagi negara-negara kepulauan kecil berkembang yang rentan dan negara-negara kurang berkembang.

Akses dan transisi energi juga menjadi sorotan utama. Deklarasi tersebut menggarisbawahi ketimpangan yang tajam, menyatakan bahwa lebih dari 600 juta warga Afrika tidak memiliki akses listrik.

Para pemimpin mendukung upaya untuk menaikkan kapasitas energi terbarukan global hingga tiga kali lipat dan menggandakan peningkatan efisiensi energi per 2030, serta menekankan urgensi dari mobilisasi investasi yang ditingkatkan dan memfasilitasi pendanaan berbiaya rendah untuk negara berkembang sesuai dengan kondisi nasional. Mereka juga menyoroti pentingnya transfer teknologi secara sukarela berdasarkan kesepakatan bersama.

Sementara itu, terkait mineral penting, G20 mendukung Kerangka Kerja Mineral Penting (Critical Minerals Framework), yang digambarkannya sebagai panduan sukarela untuk rantai nilai mineral penting yang berkelanjutan, transparan, stabil, dan tangguh yang mendukung industrialisasi dan pembangunan berkelanjutan.

Deklarasi tersebut menekankan bahwa sumber daya mineral harus berfungsi sebagai katalisator bagi penambahan nilai dan pembangunan yang menyeluruh, bukan sekadar ekspor bahan mentah yang menegaskan hak negara-negara produsen untuk memanfaatkan sumber daya mereka demi pertumbuhan yang inklusif.

Deklarasi para pemimpin tersebut mencerminkan pengakuan bersama bahwa tantangan global memerlukan pendekatan yang lebih terkoordinasi dan adil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

38 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.