Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pelestarian Satwa, Pemkab Trenggalek Dukung Program Konservasi Penyu di Taman Kili-kil

📅 Jumat, 15 Sep 2023, 00:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pelestarian Satwa, Pemkab Trenggalek Dukung Program Konservasi Penyu di Taman Kili-kil Doc: ANTARA/HO - Prokopim Trenggalek
Ket. Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin (tengah) bersama warga melepas tukik dalam kegiatan festival ucul-ucul di pesisir Pantai Kili-kili, Trenggalek, Rabu (13/9/2023).

Trenggalek - Pelestarian satwa, Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jasa Timur memberi dukungan penuh pengembangan kawasan konservasi penyu di Taman Pantai Kili-kili, daerah pesisir selatan bagian barat daerah itu, dengan memperluas area sabuk hijau dan penyelenggaraan kegiatan edukasi cinta satwa kepada masyarakat.

"Pengembangan sabuk hijau sedang kami lakukan. Juga beberapa agenda kegiatan untuk edukasi satwa dan visi konservasi kepada masyarakat, seperti kegiatan festival ucul-ucul yang barusan kami lakukan," kata Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin di Trenggalek, Kamis.

Even atau kegiatan yang disebut terakhir digelar baru beberapa hari lalu dengan melepas sekitar 500 ekor tukik.

Hasilnya, banyak warga yang antusias terlibat. Bahkan siswa sekolah hingga tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK) terlihat senang dengan gelaran kegiatan edukasi luar ruang (outbond) tersebut.

"Ini merupakan langkah panjang untuk mewujudkanblue economi(ekonomi biru). Sebab dengan ekosistem yang terjaga bakal berdampak pada sirkulasi produksi sumber daya laut yang baik dan selaras dengan peningkatan perekonomian masyarakat. Misalnya dengan hasil tangkapan laut yang melimpah karena alamnya tidak rusak," katanya.

Selain aspek lingkungan yang terjaga, konservasi penyu itu juga menjadi salah satu daya tarik wisatawan di pantai tersebut.

Sebab di momentum tertentu, para wisatawan juga dapat melihat prosesi pelepasliaran tukik atau anak penyu ke laut bebas.

Selain belajar tentang bagaimana sirkulasi kehidupan penyu di taman konservasi itu. Hal itulah yang membuat Taman Kili-kili keren, karena kelestarian alam dan perekonomian sama-sama jalan.

"Dengan optimalisasi upaya pelestarian konservasi itu diharapkan semakin meningkatkan kepedulian masyarakat, misalnya supaya tidak membuang sampah sembarangan yang berdampak negatif pada ekosistem di lautan," ujarnya.

Berbagai upaya dalam memperluas sabuk hijau serta penyelenggaraan kegiatan edukasi seputar konservasi dan lingkungan hidup itu menjadi bagian dari ikhtiar atau upaya Pemkab Trenggalek dalam membuat kawasan konservasi penyu di Pantai Taman Kili-kili Trenggalek sehingga masuk nominasi Program Kampung Iklim (Proklim) kategori lestari.

Bahkan wilayah ini juga masuk dalam Kawasan Ekosistem Esensial (KEE).

"Maka dari itu kami dan DLH Provinsi Jatim berencana akan membuat sabuk hijau untuk mencegah terjadinya abrasi atau tsunami di kawasan ini," imbuhnya.

Menurut Mas Ipin, penyu dapat dijadikan salah satu indikator untuk mengetahui apakah ekosistem laut mengalami kerusakan atau tidak.

Karena penyu disebut sebagai hewan sensitif terhadap perubahan alam sehingga jika alamnya mengalami kerusakan, otomatis bakal berdampak pada keberadaan hewan penyu yang akan mengalami kepunahan

"Jadi kalau penyu masih setiap tahun setiap periode setiap bulan setiap tiga bulan enam bulan kok masih ada yang datang ke sini berarti laut kita masih dalam tanda kategori levelnya masih aman," ujarnya.

Dengan konservasi itu, lanjut Mas Ipin juga merupakan langkah panjang untuk mewujudkanblue economi(ekonomi biru).

Sebab dengan ekosistem yang terjaga bakal berdampak pada sirkulasi produksi sumber daya laut yang baik dan selaras dengan peningkatan perekonomian masyarakat. Misalnya dengan hasil tangkapan laut yang melimpah karena alamnya tidak rusak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.