Pelatihan Pengusaha Restoran dan Kafe
📅 Kamis, 31 Jul 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Pemkot Tangerang
TANGERANG – Untuk mendukung dan mengembangkan bisnis, Pemerintah Kota Tangerangmemberi pelatihan pelaku usaha kafe, restoran dan rumah makan. Tujuan lain, untuk meningkatkan layanan dan mutu agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang Boyke Urif Hermawan, Rabu, mengatakan pelatihan bertujuan memajukan sektor kuliner lokal. Kegiatannya meliputi pengetahuan mendalam terkait standar usaha di bidang kuliner yang profesional.
Pelatihan dijadwalkan berlangsung 13 Agustus di Aula Kecamatan Ciledug Kota Tangerang. Pelatihan hanya membuka kuota peserta untuk 50 pelaku usaha yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Bagi para pelaku usaha dapat segera melakukan pendaftaran melalui link bit.ly/43UGMBL?r=qr. Mereka juga dapat scan barcode yang tersedia di laman Instagram @disbudparkotatangerang.
“Pelatihan diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan dan standar usaha para pelaku kuliner Kota Tangerang, memberikan kenyamanan dan pengalaman terbaik bagi para pelanggan,” katanya. Sementara itu, Dinas Ketenagakerjaan membuka pelatihan pembuatan makanan untuk masyarakat umum Kota Tangerang secara gratis atau tanpa pungutan biaya.
Kepala Disnaker Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan, menjelaskan, kelas ini dibuka untuk warga berusia 18-35 tahun. Kelas akan berlangsung 5-7 Agustus di Gedung Disnaker Kota Tangerang. Peminat dapat mendaftar secara daring melalui aplikasi Tangerang LIVE di fitur Cakap Kerja. Kemudian, pilih Pelatihan Kewirausahaan, klik Daftar di Pembuatan Makanan. Selanjutnya isi biodata diri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Syarat pendaftaran: KTP Kota Tangerang, memiliki akun Tangerang LIVE, pas foto, ijazah terakhir, kartu kuning AK 1, nomor rekening bank dan berusia 18-35 tahun. “Diharapkan program ini dapat dimanfaatkan masyarakat Kota Tangerang, khususnya mereka yang berusia produktif. Harapannya mampu mengembangkan diri lebih lanjut, dengan membuka usaha dan kemandirian ekonomi,” katanya.
UMKM
Di tempat lain, Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memperkuat rantai pasok usaha mikro klaster oleh-oleh di Tangerang Selatan, Banten, dengan membuka akses ke retail modern dan pusat oleh-oleh Gerai Lengkong.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penguatan rantai pasok ini ditandai dengan Memorandum of Understanding dan Letter of Intent dengan potensi transaksi sebesar 1,2 miliar, antara 20 pengusaha mikro dan ritel modern dan pusat oleh-oleh Gerai Lengkong. MoU akan ditindaklanjuti menjadi Sales Contract.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan ajang itu menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah dalam mendorong penguatan dan peningkatan daya saing pengusaha mikro. “Sebagai pionir, kita lakukan kegiatan ini di Gerai Lengkong untuk melibatkan UMKM dalam rantai pasok. Kurang lebih ada sekitar 300 UMKM,” kata Maman, dalam acara Penguatan Rantai Pasok klaster Oleh-oleh di Gerai Lengkong, Tangerang Selatan.
Lebih jauh Maman menjelaskan, sebagai upaya memperluas akses pasar, dia akan bekerja sama dengan Sarinah dan usaha besar lainnya. “Nanti Sarinah dan peritel juga akan kami dorong, supaya bisa menjadi market dan rantai pasok UMKM,” ujar Maman.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!