Pekan Depan, Bapanas Salurkan 640 Ribu Ton Beras Bantuan
📅 Jumat, 08 Sep 2023, 09:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: istimewa
JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) akan menyalurkan 640 ribu ton beras kepada 21,35 juta keluarga penerima manfaat (KPM) mulai 11 September mendatang. Percepatan penyaluran beras yang semula dilaksanakan pada Oktober dan dimajukan pada September, dilakukan untuk menstabilkan kebutuhan beras di masyarakat.
"Penyalurannya Senin depan (11/9), karena pekan lalu kita perlu waktu untuk konsolidasi data penerima dan lokasinya. Tadi Pak Dirut Bulog juga sudah konfirmasi. Sebanyak 640 ribu ton itu digelontorkan dalam tiga bulan kepada masyarakat. Itu udah membantu. Artinya kan ketika itu masuk, akan menambah supply di masyarakat," kata Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo saat ditemui di Jakarta, Kamis (7/9).
Arief menjelaskan ada tiga tahap dalam proses penyalurannya dan akan ada penyaluran khusus untuk daerah 3 tertinggal, terluar, terdepan dan perbatasan (3TP). Pembagian bantuan beras untuk daerah 3TP akan diberikan dua paket dalam satu tahap karena alasan efektivitas dalam proses penyalurannya.
"Untuk daerah-daerah tertentu memang diperlukan demi alasan efektivitas. Seperti di kawasan Puncak Jaya, Papua," kata Arief.
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan mekanisme penyaluran bantuan beras tersebut akan dilakukan berdasarkan nama dan alamat. Dia mengatakan Perum Bulog telah mendapatkan data penerima bantuan beras yang berasal dari Kementerian Sosial, sehingga dalam penyalurannya tidak salah sasaran.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Data penerima sudah ada dari Kementerian Sosial, jadi mudah-mudahan tidak ada salah sasaran," kata Budi.
Perum Bulog menggandeng PT Pos dalam penyaluran beras bantuan yang menjadi program pemerintah.
Kondisi Stok
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, Bapanas melaporkan stok cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 1,52 juta ton saat ini, dan akan didatangkan kembali sebanyak 400 ribu ton hingga akhir tahun untuk memastikan ketahanan pangan.
Arief mengatakan bahwa CBP yang mencapai 1,52 juta ton tersebut dapat dipastikan memenuhi kebutuhan pangan nasional, terlebih terdapat tambahan beras impor 400 ribu ton hingga akhir tahun. Bapanas sejak awal 2023 merencanakan untuk pengadaan beras yang dilakukan Perum Bulog. Hal itu menurut dia, bertujuan untuk menjaga stabilitas pangan dan mencegah terjadinya kelangkaan.
Menurut dia, Bapanas mendapat perintah dari Presiden Joko Widodo untuk mendistribusikan bantuan beras kepada 21,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan masing-masing KPM mendapatkan sebanyak 10 kilogram beras selama tiga bulan.
Sebelumnya, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI pada Senin (4/9), Bapanas menyatakan ketersediaan 12 komoditas diproyeksikan aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir Desember 2023.
Adapun ke-12 komoditas itu termasuk beras, jagung, bawang merah, cabai besar, cabai rawit, daging ayam ras, telur ayam ras, dan minyak goreng. Komoditas kedelai, bawang putih, daging sapi-kerbau, dan gula konsumsi juga diprediksi aman dengan catatan membutuhkan pasokan impor.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!