Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PBB Lubang pada Lapisan Ozon Sedang dalam Pemulihan Hingga Pertengahan Abad

📅 Rabu, 17 Sep 2025, 01:00 WIB | Oleh:
PBB Lubang pada Lapisan Ozon Sedang dalam Pemulihan Hingga Pertengahan Abad Doc: AFP/TIMOTHY A CLARY
Ket. Sekjen PBB Antonio Guterres menyampaikan pidato tentang iklim dan energi terbarukan di Markas Besar PBB di New York City.

JENEWA – Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Selasa (16/9), mengatakan bahwa lapisan ozon yang melindungi bumi sedang dalam tahap pemulihan dan lubang yang ada diperkirakan akan tertutul sepenuhnya dalam beberapa dekade mendatang, sebuah kabar baik yang menjadi bukti keberhasilan aksi internasional yang terpadu.

Sebuah laporan terbaru dari Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/WMO) menyoroti bahwa lubang ozon di atas Antartika lebih kecil pada tahun 2024 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yang disebut sebagai "berita ilmiah yang baik bagi kesehatan manusia dan planet".

“Saat ini, lapisan ozon sedang dalam tahap pemulihan,” kata Sekjen PBB Antonio Guterres dalam pernyataannya.

“Pencapaian ini mengingatkan kita bahwa ketika bangsa-bangsa mengindahkan peringatan sains, kemajuan dapat diraih.”

WMO menyatakan ketika menerbitkan Buletin Ozon 2024 bahwa penurunan penipisan “sebagian disebabkan oleh faktor atmosfer alami yang mendorong fluktuasi tahunan”.

Namun, ia menekankan bahwa tren positif jangka panjang yang disaksikan “mencerminkan keberhasilan aksi internasional yang terpadu”.

Buletin ini diterbitkan untuk memperingati Hari Ozon Sedunia dan peringatan 40 tahun Konvensi Wina, yang pertama kali mengakui penipisan ozon stratosfer sebagai masalah global.

Konvensi tahun 1975 itu diikuti oleh Protokol Montreal, yang ditandatangani pada tahun 1987, yang bertujuan untuk menghapuskan zat-zat perusak ozon yang terutama ditemukan dalam lemari pendingin, pendingin ruangan, dan semprotan aerosol.

Hingga saat ini, kesepakatan tersebut telah menghasilkan penghentian lebih dari 99 persen produksi dan konsumsi zat perusak ozon yang terkendali, kata WMO.

"Hasilnya, lapisan ozon kini berada di jalur yang tepat untuk pulih ke tingkat tahun 1980-an pada pertengahan abad ini, yang secara signifikan mengurangi risiko kanker kulit, katarak, dan kerusakan ekosistem akibat paparan sinar UV yang berlebihan," katanya.

Buletin tersebut menetapkan bahwa kedalaman lubang ozon, yang muncul di Antartika setiap musim semi, memiliki defisit massa ozon maksimum sebesar 46,1 juta ton pada 29 September 2024 – di bawah rata-rata antara tahun 1990 dan 2020.

Penemuan ini secara signifikan mengurangi risiko kanker kulit, katarak, dan kerusakan ekosistem yang disebabkan oleh paparan sinar UV berlebihan.

WMO menyoroti permulaan yang relatif lambat, dengan penipisan ozon yang tertunda teramati sepanjang bulan September, diikuti oleh pemulihan yang relatif cepat setelah defisit maksimum tercapai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

27 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.