Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pariwisata Domestik Melonjak, Hampir Separuh Tamu Hotel Indonesia Berasal dari Wisatawan Lokal

📅 Rabu, 04 Feb 2026, 20:18 WIB | Oleh:
Pariwisata Domestik Melonjak, Hampir Separuh Tamu Hotel Indonesia Berasal dari Wisatawan Lokal Doc: SiteMinder
Ket. Poster laporan studi bertajuk SiteMinder’s Hotel Booking Trends. Laporan ini mengungkap lonjakan signifikan perjalanan domestik di Indonesia sepanjang 2025. Pangsa tamu lokal hotel mencapai 48%, pembatalan terendah di dunia, dan pola pemesanan semakin dekat dengan tanggal menginap.

JAKARTA -  Data terbaru dari SiteMinder, sebuah platform akuisisi tamu dan pendapatan hotel, menunjukkan tahun yang penuh dengan pertumbuhan kembali dalam perjalanan domestik di Indonesia. Hal ini terjadi seiring dengan peningkatan permintaan dari wisatawan lokal yang tercermin dari pemesanan hotel.

SiteMinder’s Hotel Booking Trends yang disusun berdasarkan lebih dari 130 juta pemesanan hotel, menunjukkan bahwa pangsa tamu domestik yang melakukan check-in di properti hotel Indonesia pada tahun 2025 mencapai 48%, meningkat sebesar 5,6 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya, tertinggi kedua secara global setelah Kanada. Selama periode yang sama, pangsa tamu internasional turun menjadi 52% dari 57% pada tahun 2024, sehingga permintaan domestik dan internasional hampir seimbang.

Perubahan pola pemesanan ini sejalan dengan lonjakan pariwisata domestik sepanjang tahun lalu, di mana Indonesia mencatat kenaikan tahunan sebesar 19% dalam perjalanan domestik. Seiring dengan meningkatnya perjalanan lokal, tingkat pembatalan pemesanan hotel menurun menjadi 11,38%, terendah di dunia, sementara rentang waktu pemesanan menjadi lebih pendek.

Waktu pemesanan hotel berkurang 7% menjadi 19 hari, jauh di bawah rata-rata global sepanjang 32 hari, dan 80% pemesanan hotel adalah untuk menginap semalam, dibandingkan dengan rata-rata global 74%. Sementara itu, tarif kamar rata-rata turun 9,38% secara tahunan menjadi Rp1.884.476.

Country Manager SiteMinder Indonesia, Fifin Prapmasari, mengatakan, menurunnya jumlah pembatalan, pemesanan yang dilakukan semakin dekat dengan tanggal menginap, serta durasi tinggal yang lebih singkat mencerminkan semangat wisatawan lokal untuk menjelajahi negeri sendiri. Bagi hotel, hal ini membuka peluang baru.

“Peningkatan permintaan untuk perjalanan domestik memungkinkan penerapan harga berdasarkan kebutuhan dan kreativitas yang lebih besar terhadap penawaran lokal. Hal ini memanfaatkan pengetahuan mendalam mereka tentang apa yang disukai dan dibutuhkan oleh wisatawan lokal untuk mempromosikan fasilitas hotel yang unik, sekaligus merancang berbagai penawaran yang menarik dan tidak hanya memaksimalkan pemasukan per tamu tetapi juga memberikan pengalaman menginap yang menyenangkan,” ucapnya melalui keyerangan tertulis pada Rabu (4/2).

“Wisatawan domestik merupakan kekuatan yang signifikan, dan hotel sebaiknya memanfaatkan pertumbuhan mereka, sama seperti yang mereka lakukan untuk tamu internasional yang terus mendominasi pangsa permintaan secara keseluruhan,” tambahnya.

Pemesanan awal di pertengahan tahun mendorong musim puncak yang lebih stabil. Laporan SiteMinder menunjukkan bahwa meskipun Juli dan Agustus tetap menjadi bulan puncak pariwisata Indonesia pada tahun 2025, permintaan penginapan hotel menjadi lebih merata sepanjang periode pertengahan tahun.

Porsi pemesanan hotel pada Agustus turun menjadi 9,31%, dari 9,42% di tahun 2024, sementara pemesanan pada Juni naik secara tahunan dari 8,80% menjadi 8,98%. Juli mencatat pangsa tertinggi sebesar 9,36%, naik dari 9,29%, yang berkontribusi pada distribusi permintaan yang lebih seimbang di bulan-bulan puncak pariwisata negara tersebut.

Sementara pada awal tahun, Januari mencatat pertumbuhan tahunan tertinggi, dengan pangsa pemesanan naik 15% menjadi 7,69%, didukung oleh liburan Tahun Baru yang diperpanjang dan perayaan Tahun Baru Imlek yang lebih awal.

“Distribusi pemesanan yang lebih merata di pertengahan tahun memberikan gambaran tentang evolusi pola pemesanan yang sedang berlangsung,” tambah Prapmasari.

Ia mengungkapkan, pemesanan yang dilakukan lebih awal menunjukkan bahwa wisatawan semakin strategis dalam merencanakan perjalanan, dengan mencari suasana yang tidak terlalu ramai dan harga yang lebih baik.

“Karena itu, hotel tidak lagi bisa mengandalkan pendekatan statis dalam menarik tamu dan perlu tetap responsif terhadap permintaan baru kapan pun muncul, seperti lonjakan pemesanan di bulan Januari yang terjadi lebih awal dari perkiraan,” tuturnya.

12 Sumber Pemesanan Teratas bagi Hotel di Indonesia

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

15 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.