Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Para Penambang Emas Mendorong Penerapan Demokrasi

📅 Jumat, 30 Jun 2023, 07:24 WIB | Oleh:
Para Penambang Emas Mendorong Penerapan Demokrasi Doc: Foto : Wikimedia Commons
Ket. Pemimpin Luddites

PADA 1851, ketika emas ditemukan di New South Wales, di Australia terjadi demam emas yang serupa dengan yang dialami di California beberapa tahun sebelumnya. Logam mulia membawa kemakmuran bagi negara dan mempercepat masuknya imigran.

Ditemukannya emas menandai awal dari berakhirnya pasokan narapidana, yang telah lama dibenci oleh penduduk Australia. Penemuan itu membuat wilayah itu sebagai pembuangan para narapidana menjadi tidak relevan. Mengangkut mereka ke Australia sementara banyak imigran sangat ingin pergi ke sana adalah tindakan konyol.

Berkat kekayaan emas, kota-kota mulai berkembang. Melbourne tumbuh dari sebuah desa kecil pada tahun 1850 dalam waktu dua puluh tahun menjadi salah satu kota yang paling dicintai di Kerajaan Inggris. Namun, seperti biasa, kemewahan ini juga memiliki sisi gelap. Pada 1854 hal itu membawa Australia ke jurang revolusi.

Mereka yang datang dengan harapan menemukan emas harus membayar terlebih dahulu kepada pihak berwenang atau diperas oleh polisi. Di Victoria, polisi sangat korup dan kejam sehingga para pencari emas secara teratur diserang dan dipenjara.

Para pencari emas pada gilirannya membela diri mati-matian, yang menyebabkan spiral kekerasan. Terinspirasi oleh revolusi 1848 di Eropa, mereka turun ke jalan untuk mendapatkan pengaruh politik yang lebih besar, termasuk hak untuk memilih.

Di tambang emas 'Eureka' di Ballarat itulah nyala api benar-benar menghantam panci. Sekelompok penggali emas secara terbuka memberontak dengan bersembunyi di balik benteng pertahanan dan mengibarkan bendera republik yang dirancang sendiri.

Dalam jangka pendek, pemberontakan tersebut ternyata merupakan kegagalan yang menyedihkan. Pasukan Inggris dan polisi kolonial mengepung tambang dan mengalahkan para pemberontak. Dalam jangka panjang, konsekuensinya lebih luas.

Namun opini publik ternyata berpihak pada para penambang emas, sehingga aparat terpaksa membebaskan mereka dari penangkapan. Tidak ada hakim di Victoria yang bisa menghukumnya. Hal ini mempercepat proses reformasi demokrasi di Australia.

Pengadilan khusus untuk penambang dan hak pilih laki-laki universal didirikan di New South Wales dan Victoria namun pengecualian orang Aborigin. Beberapa penambang yang telah dipenjara pada 1854 duduk di parlemen beberapa tahun kemudian. Dengan itu, perkembangan dari koloni hukuman ke demokrasi terjadi dengan sangat cepat.

Namun, pergantian peristiwa ini tidak sepenuhnya mengejutkan karena Australia memiliki pukulan progresif sejak awal. Ini sebagian karena para tahanan telah memasukkan begitu banyak pejuang kebebasan dan keadilan sosial dan sebagian lagi karena banyak administrator kolonial menganut gagasan-gagasan progresif.

Itu adalah pelajaran yang dipelajari London dari Revolusi Amerika, dengan menunjuk gubernur yang tercerahkan. Salah satunya adalah Lachlan Macquarie (1762-1824), mantan tentara Skotlandia dan pendukung gerakan Pencerahan.

Macquarie tiba di Australia pada 1810 dan melakukan upaya yang disengaja untuk mengintegrasikan mantan narapidana ke dalam masyarakat, termasuk dengan mengangkat mereka ke posisi kunci seperti magistrasi dan perawatan kesehatan. hay/and

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.