Pacu Produksi Lokal untuk Redam Fluktuasi Kurs
📅 Senin, 01 Jul 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: Sumber: BPS - koran jakarta /ones
» Penguatan dollar AS membuat supplier dan produsen harus mengeluarkan biaya yang lebih besar.
» Harga produksi juga akan meningkat, termasuk pupuk yang sangat dibutuhkan oleh petani.
JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyatakan pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) akan berpengaruh terhadap produk-produk ritel yang bahan baku dan bahan penolongnya bergantung pada impor seperti gandum dan kedelai.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy N Mandey,
Sebaiknya Anda baca juga:
menyebutkan penguatan dollar AS membuat supplier atau produsen harus mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk menembus bahan baku dan barang penolong yang diimpor, dibandingkan dengan sebelumnya.
"Peritel nggak menaikkan harga, tapi karena mereka dari produsen, supplier menaikkan harga bahan baku dan penolongnya naik, otomatis akan terdampak ke hilir karena eskalasi harga atau perubahan harga akan dilakukan oleh produsen bukan peritel, peritel ini kan ada di sektor hilir," kata Roy di Jakarta, akhir pekan lalu.
Dia mengakui kalau tidak semua produk ritel mengalami kenaikan harga, hanya barang yang memiliki kandungan bahan baku impor yang berpotensi mengalami kenaikan seperti produk-produk yang mengandung bahan baku kedelai seperti tahu dan tempe, begitu pula dengan produk pakaian juga akan mengalami kenaikan lantaran Indonesia masih mengimpor kapas.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Bahan baku, bahan penolongnya naik, bayar dollarnya lebih tinggi, yang ada kandungan bahan baku dan penolongnya dari impor pasti akan berdampak kepada harga jual," katanya.
Pengamat ekonomi dari STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, mengatakan kenaikan harga bahan baku penolong akan menekan ekonomi di bawah. Kedelai, terigu, dan gula adalah tiga bahan baku impor yang selama ini jadi pendorong utama ekonomi di bawah.
Sebab itu, penting untuk mendorong produksi bahan baku dan bahan penolong di dalam negeri sebagai solusi jangka panjang. "Pemerintah dan pelaku usaha perlu bekerja sama untuk meningkatkan kapasitas produksi lokal sehingga kebergantungan pada impor dapat dikurangi," jelasnya.
Dia pun meminta pemerintah memberikan insentif dan dukungan bagi industri yang terdampak fluktuasi kurs rupiah. "Kebijakan fiskal dan moneter yang stabil serta program subsidi untuk sektor-sektor strategis dapat membantu menjaga daya saing industri dalam negeri," kata Aditya.
Sementara itu, peneliti Ekonomi Celios, Nailul Huda, mengatakan yang jelas imported good inflation akan meningkat seiring dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.
Barang-barang jadi dari impor akan menjadi lebih mahal, begitu pun dengan harga raw material di berbagai sektor ekonomi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!