Operasi Patuh Jaya di Bekasi, Lawan Arah Jadi Pelanggaran Paling Banyak
📅 Jumat, 18 Jul 2025, 23:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
KABUPATEN BEKASI – Pengendara yang melawan arah mendominasi penindakan pelanggaran pada Operasi Patuh Jaya 2025 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
"Dalam kurun tiga hari pertama Operasi Patuh Jaya 2025, ada 84 kendaraan terkena tilang dan pelanggaran lawan arah menjadi jenis pelanggaran paling banyak ditemukan," kata Kepala Satuan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Polres Metro Bekasi Komisaris Polisi Sugihartono di Cikarang, Jumat (18/7).
Dia menjelaskan operasi Kepolisian dengan kode sandi Patuh Jaya ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan penting tertib berlalu lintas demi keamanan serta keselamatan bersama.
Dari total pelanggaran yang tercatat, melawan arah menjadi jenis pelanggaran paling dominan dengan jumlah 27 kasus. Pelanggaran lain yang cukup banyak ditemukan adalah tidak memakai helm sebanyak 16 kasus dan tidak menggunakan sabuk pengaman dengan 10 kasus.
Dia juga menyatakan ada sejumlah pelanggaran lain seperti berboncengan lebih dari dua orang, pengendara di bawah umur maupun pengendara yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) namun jumlahnya tidak terlalu signifikan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Operasi Patuh Jaya 2025 memiliki sejumlah target pelanggaran utama seperti menggunakan ponsel saat berkendara, pengendara di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, tidak menggunakan helm berstandar SNI serta tidak memakai sabuk pengaman.
Jenis pelanggaran lain seperti berkendara dalam pengaruh alkohol, lawan arah, melebihi batas kecepatan serta kendaraan tanpa Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau menggunakan plat nomor palsu.
Sugihartono berharap melalui penindakan ini masyarakat semakin sadar akan penting tertib berlalu lintas demi kenyamanan bersama dengan menghindari potensi pelanggaran sesuai yang diberlakukan pada Operasi Patuh Jaya 2025.
"Mari kita tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama dan mendukung terwujudnya Indonesia emas," kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!