Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mudik 2026 Diprediksi Lebih Padat, Menhub Sebut Angkutan Bisa Lampaui Survei

📅 Selasa, 17 Feb 2026, 22:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mudik 2026 Diprediksi Lebih Padat, Menhub Sebut Angkutan Bisa Lampaui Survei Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Kondisi lalu lintas di Jalan Tol Cipali, Jawa Barat.

BANDARLAMPUNG – Pergerakan angkutan Lebaran 2026 berpeluang melampaui hasil survei awal, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan membaiknya daya beli di sejumlah daerah.

Di bawah koordinasi Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, lonjakan ini diperkirakan didorong kombinasi libur panjang, tradisi mudik yang tetap kuat, serta minat perjalanan wisata.

Namun di balik potensi kenaikan penumpang, tantangannya tetap sama: kesiapan infrastruktur, kelancaran arus lalu lintas, dan konsistensi layanan—karena tanpa itu, angka besar hanya jadi statistik, bukan pengalaman mudik yang benar-benar nyaman.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan pergerakan Angkutan Lebaran 2026 secara nasional berpeluang lebih tinggi dari angka survei.

"Angka prakiraan pergerakan masyarakat pada periode Lebaran 2026 sebesar 143,9 juta orang, atau ada penurunan sekitar 1,75 persen dibandingkan 2025 sebesar 146,4 juta orang," ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Bandarlampung, Selasa (17/2).

Ia mengatakan pergerakan masyarakat pada Angkutan Lebaran 2026 berpeluang melebihi angka survei. Sebab di tahun 2025 realisasi jumlah pergerakan masyarakat mencapai 154,6 juta orang.

"Melihat hasil survei tahun kemarin, kita harus mengantisipasi, karena ada kemungkinan realisasi akan lebih besar atau mendekati angka tahun kemarin," katanya.

Dia menjelaskan mobilitas masyarakat menuju Provinsi Lampung pun harus diantisipasi, meski tidak masuk dalam lima besar provinsi tujuan favorit secara nasional. Namun Lampung jadi daerah tujuan favorit masyarakat dari Jabodetabek.

"Lampung masuk dalam lima besar tujuan favorit daerah Jabodetabek yang diperkirakan jumlah orang bergerak mencapai 778,67 ribu orang. Sepertinya orang Lampung banyak di daerah Jabodetabek sehingga ini pun perlu diantisipasi terutama di Pelabuhan Bakauheni," ucap dia.

Menurut dia, meski Provinsi Lampung tidak masuk dalam daerah tujuan favorit, namun tetap perlu diantisipasi adanya peningkatan pergerakan yang berasal dari daerah lain, sebab Lampung merupakan pintu gerbang masuk Pulau Sumatera.

"Hal ini menjadi dasar kita semua untuk tetap menyiapkan Angkutan Lebaran 2026 secara optimal dan maksimal. Khususnya di wilayah dengan mobilitas tinggi seperti di Provinsi Lampung," tambahnya.

Kalau prediksi ini benar, Lebaran 2026 bakal jadi salah satu momen mudik paling ramai dalam beberapa tahun terakhir.

Tinggal bagaimana semua pihak—mulai dari pengelola transportasi sampai para pemudik—sama-sama siap dan saling tertib di jalan.

Harapannya sederhana: perjalanan tetap lancar, kampung halaman bisa disambangi dengan senyum, dan cerita mudik tahun ini bukan soal macet panjang, tapi tentang sampai tujuan dengan selamat dan nyaman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.