Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Meriah! Pawai Ogoh-ogoh di Lumajang Diikuti Ribuan Umat Hindu dan Muslim

📅 Sabtu, 29 Mar 2025, 14:19 WIB | Oleh:
Meriah! Pawai Ogoh-ogoh di Lumajang Diikuti Ribuan Umat Hindu dan Muslim Doc: ANTARA
Ket. Pawai Ogoh-ogoh di Desa Senduro , Lumajang, Jawa Timur pada 28 Maret 2025.

LUMAJANG - Ribuan umat Hindu di Lumajang, Jawa Timur bersuka cita dalam kegiatan pawai ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi pada Jumat (28/3) malam. Kegiatan ini makin semarak karena diikuti juga oleh umat Muslim di daerah itu. 

Pawai Ogoh-ogoh di Lumajang itu dinilai sebagai wujud toleransi yang harmonis, karena bertepatan dengan rangkaian acara menjelang Nyepi dan Idul Fitri.



Setiap patung Ogoh-ogoh yang dibuat juga merupakan hasil kerja sama warga masyarakat dari berbagai latar belakang agama.



"Arak-arakan Ogoh-ogoh ini bertujuan untuk mengusir roh jahat," kata Kepala Bidang Pembinaan Masyarakat Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Budiono, di Jakarta, Sabtu (29/3).



Ia mengatakan, sebanyak 17 patung Ogoh-ogoh turut serta dalam prosesi tersebut, yang melambangkan Si Butha Kala, makhluk yang mengganggu kehidupan manusia. Arak-arakan ini bertujuan untuk membersihkan semua energi negatif dari diri seseorang.



"Ritual ini bertujuan untuk menyucikan lingkungan dari malapetaka, sehingga perayaan Nyepi dapat berlangsung aman dan damai. Bahasa Indonesia: Setelah prosesi, Ogoh-ogoh ini dibakar untuk melambangkan penghancuran roh jahat dan pembersihan," katanya.



Sementara itu, Wira Dharma, Ketua Pura Mandhara Giri Semeru Agung, menjelaskan pembakaran Ogoh-ogoh bukan hanya sekadar tindakan tetapi juga memiliki makna dan aspirasi yang signifikan agar dunia sekali lagi bersih dan bebas dari gangguan yang disebabkan oleh makhluk dan roh jahat.



Pawai Ogoh-ogoh yang diadakan di Jalan Senduro Raya merupakan upacara tahunan pada malam sebelum Nyepi dan selalu menarik ribuan warga di Desa Senduro, Kabupaten Lumajang.



Atraksi dan arak-arakan Ogoh-ogoh selama upacara Tawur Agung Kesanga diiringi oleh musik tradisional, dengan para peserta menampilkan pertunjukan mereka, membuat pawai cukup memikat dan meningkatkan kemeriahannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.