Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Merampok Uang Rakyat Atas Nama Tunjangan-tunjangan yang Bejibun

📅 Selasa, 02 Sep 2025, 19:31 WIB | Oleh:
Merampok Uang Rakyat Atas Nama Tunjangan-tunjangan yang Bejibun Doc: ist
Ket. Para anggota menari kegirangan atas kenaikan tunjangan di tengah kemiskinan masyarakat

JAKARTA – Kedudukan DPR memang benar-benar strategis dan kuat adanya. Sebenarnya, dari dulu kejengkelan masyarakat terhadap besarnya tunjangan-tunjangan yang begitu “ribuan” alias bejibun jumlahnya, sudah terjadi. Hanya, baru kali ini mendapat tanggapan serius ketua-ketua partai, Ketua DPR, dan pemerintah. Tapi mereka baru mengeluarkan pernyataan “akan” dihapus. 

Hanya, ada “ribuan” tunjangan, lalu mana yang dihapus? Sebab di dalam pernyataan Presiden tidak disebutkan tunjangan yang dihapus. Kalau semua dihapus, wah…. Baru benar-benar diacungi dua jempol. Tapi mana mungkin itu terjadi, DPR punya banyak dalih (baca: akal bulus).

Ketua DPR, pemerintah, ketua partai kali ini agak merespons mungkin karena rakyat benar-benar sudah muak sehingga mendatangi rumah-rumah anggota DPR yang dianggap “belagu.” Bisa jadi, kalau massa tidak menjarah rumah-rumah mereka barangkali tidak terlalu direspons juga tuntutan massa.

Memang menjarah jelas melanggar hukum dan tidak dapat dibenarkan. Tapi, ini juga mungkin buah dari perilaku pemilik rumah yang membuat kesal massa. Kedatangan massa ke rumah angota DPR lalu menjadi daya repres terhadap DPR, pemerintah, dan partai.

Apalagi sebelumnya, mereka menari-nari (di atas penderitaan rakyat: susah mencari kerja, susah mencari uang, harga-harga melambung. Belum lagi ancaman pemda-pemda menaikkan pajak) karena tunjangan rumah mencapai 50 juta rupiah. Tambah lagi, kinerja DPR benar-benar jauh dari ekualitas dari uang yang mereka bawa pulang. Kerja mereka terlalu enak, sedikit-sedikit diuangkan (rapat, kunjungan, dst).

Tugas rakyat masih besar. Rakyat mesti terus memantau, agar janji Ketua DPR, ketua partai, dan pemerintah yang mau menghapus tunjangan DPR, mesti terus dicermati. Mereka mesti memberi bukti telah menghapus tunjangan. Pencermatan perlu dilakukan karena kebiasaan orang Indonesia, kalau waktu sudah lewat, semua lupa. Kejahatan orang sudah dimakan waktu ya rakyat lupa.

MODUS PERAMPOKAN

Tunjangan-tunjangan adalah modus merampok uang rakyat. Gaji mereka memang ‘kecil’ tapi itu untuk menjadikan peluang mengeruk uang lewat tunjangan-tunjangan. Ketua DPR 5.040.00, di bawah upah minimum provinsi Jakarta, 5.396.760. Tapi ini sama dengan petingi lain seperti Ketua MPR, Ketua DPA, Ketua BPK, dan Ketua MA.Wakil Ketua DPR 4.620.000. Anggota DPR 4.200.000. Tapi…  lihat jumlah tunjangan DPR, seabrek-abrek!!!!

JENIS-JENIS TUNJANGAN

1.Tunjangan Kehormatan Ketua Badan/Komisi: Rp6.690.000

  1. Tunjangan Kehormatan Wakil Ketua: Rp6.460.000
  2. Anggota DPR: Rp5.580.000
  3. Tunjangan Komunikasi intensif untuk ketua badan/komisi: Rp16.468.000
  4. Tunjangan Komunikasi intensif untuk wakil ketua:Rp 16.009.000
  5. Tunjangan Komunikasi intensif untuk anggota: Rp15.554.000
  6. Tunjangan peningkatan fungsi pengawasan untuk ketua komisi/badan: Rp5.250.000
  7. Tunjangan peningkatan fungsi pengawasan untuk wakil ketua: Rp4.500.000
  8. Tunjangan peningkatan fungsi pengawasan untuk anggota: Rp3.750.000
  9. Bantuan langganan listrik dan telepon: Rp7.700.000
  10. Fasilitas kredit mobil Rp70.000.000 per orang per periode
  11. Asisten anggota Rp2.250.000
  12. Tunjangan perumahan Rp50.000.000  

Tunjangan lain dan biaya perjalanan

14.Tunjangan istri/suami Rp420.000

15.Tunjangan anak (maksimal 2 anak) Rp168.000

16.Uang sidang/paket Rp 2.000.000

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

19 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

24 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.