Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mentan Sampaikan ke Prabowo, Lima Pabrik Pupuk Ditarget Rampung sebelum 2029

📅 Kamis, 08 Jan 2026, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mentan Sampaikan ke Prabowo, Lima Pabrik Pupuk Ditarget Rampung sebelum 2029 Doc: Antara
Ket. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berbicara dalam Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden RI Prabowo Subianto yang dihadiri 5000 petani/penyuluh secara luring dan dua juta petani secara daring di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1).

Karawang, Jawa Barat - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa pembangunan pabrik pupuk nasional berjalan sesuai rencana, dengan lima pabrik ditargetkan rampung dan diresmikan sebelum 2029 untuk memperkuat ketahanan pangan.

"Insya Allah lima (pembangunan pabrik pupuk) kita resmikan sebelum 2029," kata Amran pada Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden Prabowo yang dihadiri 5.000 petani/penyuluh secara luring dan dua juta petani secara daring di Karawang, Jawa Barat, Rabu.

Dia menyampaikan pembangunan pabrik pupuk nasional terus berjalan sesuai rencana untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas petani.

Dalam laporannya, Amran menyampaikan pemerintah menargetkan pembangunan tujuh pabrik pupuk baru sebagai bagian dari strategi jangka panjang penguatan sektor pertanian nasional. Pembangunan tersebut dirancang untuk menjamin ketersediaan pupuk bagi petani secara berkelanjutan.

"Pembangunan tujuh pabrik tanpa membebani pemerintah Bapak Presiden," ucap Amran.

Dari total tujuh pabrik pupuk yang direncanakan, lima di antaranya dipastikan akan rampung dan diresmikan sebelum 2029. Percepatan ini diharapkan mendukung agenda swasembada pangan sekaligus memperkuat pasokan pupuk nasional.

Meski demikian, Amran belum merinci secara detail sumber pendanaan pembangunan pabrik-pabrik pupuk tersebut. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan proyek berjalan tepat waktu dan memberi dampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan petani.

Diketahui, Pemerintah Indonesia segera membangun tujuh pabrik pupuk baru dalam lima tahun ke depan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian industri pupuk nasional.

“Anggarannya kurang lebih Rp50 triliun,” kata Amran dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Amran menilai bahwa pembangunan pabrik baru menjadi penting karena pabrik baru dengan teknologi efisien mampu menekan biaya produksi secara signifikan, terutama dalam penggunaan bahan baku gas.

Pabrik lama itu bisa menghabiskan hingga 43 persen biaya untuk gas, sementara pabrik baru hanya sekitar 22–23 persen.

Adapun anggaran pembangunan tujuh pabrik pupuk baru merupakan hasil langsung dari efisiensi dan pembenahan tata kelola pupuk subsidi.

Revitalisasi sistem subsidi pupuk yang sebelumnya berorientasi pada hilir kini digeser ke hulu, menghasilkan efisiensi besar bagi negara.

Melalui reformasi menyeluruh, Amran menyebut negara berhasil menghemat anggaran hingga Rp10 triliun, menurunkan biaya produksi pupuk sebesar 26 persen, serta meningkatkan laba PT Pupuk Indonesia secara signifikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.