Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkeu G20 Gagal Capai Kata Sepakat soal Akhiri Perang Ukraina

📅 Senin, 27 Feb 2023, 00:02 WIB | Oleh:
Menkeu G20 Gagal Capai Kata Sepakat soal Akhiri Perang Ukraina Doc: MANJUNATH KIRAN/AFP
Ket. BERI KETERANGAN I Menteri Keuangan India Nirmala Sitaraman (Tengah) menyampaikan keterangan usai pertemuan para menteri keuangan G20 di Bengaluru, India, Sabtu (25/2).

NEW DELHI - Pertemuan para menteri keuangan G20 pertama di India berakhir Sabtu (24/2) dengan menghasilkan pendapat beragam mengenai perang di Ukraina. Namun, pertemuan kali ini tidak mampu menghasilkan kesepakatan yang maksimal dalam upaya memulihkan perekonomian global.

India harus merilis risalah pimpinan dan dokumen hasil konferensi alih-alih membuat pernyataan bersama setelah pertemuan tersebut di Bengaluru.

Kebanyakan negara anggota sangat menyesalkan agresi Russia di Ukraina dan menuntut penarikan pasukan Russia secara menyeluruh dan tanpa syarat. Namun demikian, tuntutan tersebut tidak disetujui Russia dan Tiongkok.

Dengan tidak adanya kesepakatan soal akhir perang Ukraina maka situasi dan kondisi ekonomi global juga belum menemukan titik terang sebagai jalan keluar.

Mereka juga menekankan bahwa perang di Ukraina membuat masyarakat menelan penderitaan luar biasa dan memperburuk perekonomian global yang sudah rentan. Kondisi ini sangat disayangkan di tengah upaya berbagai negara untuk bisa keluar dari krisis usai Covid-19.

Tuntutan serupa sebetulnya juga disuarakan pada KTT G20 di Indonesia tahun lalu, di mana ketika itu juga terjadi perbedaan pendapat serupa mengenai perang Ukraina.

Keketuaan India dalam G20 mendapatkan dukungan besar dari mana-mana, kata Menteri Keuangan India, Nirmala Sitharam, usai pertemuan para Menkeu G20 itu. "Negara-negara lemah menunggu solusi dari KTT ini," sambung Shitaram sebagaimana dikutip Antara.

Sebuah pernyataan Kementerian Keuangan India mengatakan bahwa risalah dan dokumen hasil pertemuan itu adalah pencapaian besar yang dibuat G20 selama diketuai India.

Pertemuan itu sendiri membahas krisis utang global, reformasi Bank Pembangunan Multilateral, iklim keuangan, cara dunia mendekati masalah mata uang kripto, infrastruktur digital publik, inklusi keuangan, pembiayaan kota masa depan dan perpajakan.

Dalam kesempatan itu, G20 juga menyampaikan belasungkawa atas gempa dahsyat yang melanda Turki dan Suriah.

Risalah dan dokumen itu juga mengatakan bahwa para negara anggota turut sedih atas hilangnya nyawa dengan tragis dan kehancuran di wilayah timur laut Turki akibat gempa dahsyat pada 6 Februari lalu, dan menyampaikan solidaritasnya kepada masyarakat Turki.

"Kami sampaikan belasungkawa kepada keluarga yang berduka. Kami menghargai bantuan kemanusiaan yang diberikan dan meminta negara-negara anggota dan lembaga-lembaga multilateral untuk terus menyediakan segala bantuan yang dibutuhkan untuk pemulihan dan pembangunan," kata para menteri keuangan G20 itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...

22 Sekolah Harus Direhabilitasi Total

57 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
22 Sekolah Harus Direhabili...
Megapolitan
Investasi Tangerang Terting...
Megapolitan
Gudang-gudang di Jobodetabe...
Luar Negeri
Perubahan Iklim Picu Laut E...
Luar Negeri
Singapura Gandeng Tiongkok ...
Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.