Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menkes: Harus Diatasi, Penyakit Hepatitis Tantangan Serius

📅 Jumat, 28 Jul 2023, 17:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menkes: Harus Diatasi, Penyakit Hepatitis Tantangan Serius Doc: ANTARA/Andi Firdaus
Ket. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan penyakit hepatitis merupakan tantangan serius yang harus segara diatasi melalui deteksi dini dan pengobatan secara terintegrasi.

"Ini adalah tantangan serius yang harus kita atasi. Di hari Hepatitis Sedunia ini, saya ingin menekankan kembali pentingnya deteksi dini dan pengobatan hepatitis yang terintegrasi," katanya saat membuka Peringatan Hari Hepatitis Sedunia ke-14 2023 diikuti dalam jaringan di Jakarta, Jumat (28/7).

Menkes melaporkan, lebih dari 350 juta orang di seluruh dunia menderita hepatitis, sembilan dari sepuluh pasien tidak menyadari kondisi mereka. Padahal, kata dia, hepatitis merupakan penyebab utama kanker hati dan penyebab kematian nomor empat tertinggi terkait kanker.

"Tidak ada cukup alasan bagi penderita hepatitis tidak terdiagnosis dan tidak diobati, ketika intervensi yang efektif sebenarnya sudah tersedia," kata dia.

Kemenkes berkomitmen untuk mengeliminasi hepatitis di Indonesia dengan mengadopsi strategi komprehensif, di antaranya meningkatkan akses deteksi dini hepatitis, menyediakan pengobatan dan vaksin yang memadai, serta penguatan surveilans terutama bagi ibu hamil dan kelompok berisiko tinggi.

Menkes juga menekankan kerja sama lintas sektor dan pemangku kepentingan sebagai kunci untuk mencapai hasil yang positif. "Sekarang adalah waktunya untuk bergerak bersama, kita pastikan tes dan pengobatan hepatitis tersedia untuk semua," kata Budi Gunadi Sadikin.

Pada acara yang sama, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Maxi Rein Rondonuwu mengatakan penyakit Hepatitis B dan C masih menjadi masalah di Indonesia.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan prevalensi Hepatitis B sebesar 7,1 persen, Hepatitis C 1,01 persen.

"Hepatitis ini merupakan penyakit yang dapat menular dan bisa menyebabkan keduanya (Hepatitis B dan C) menjadi kronis," kata dia.

Oleh karena, katanya, Kemenkes secara serius merespons kasus tersebut untuk melakukan penanggulangan melalui program terintegrasi.

Pertama, adalah skrining hepatitis B, terutama pada ibu hamil melalui kerja sama dengan Unit Kerja Kesehatan Masyarakat, termasuk skrining untuk HIV dan sipilis.

Selanjutnya adalah skrining hepatitis C pada populasi berisiko, terutama orang dengan HIV positif, pengguna jarum suntik, dan pasien hemodialisa.

Kemudian ada kegiatan imunisasi hepatitis B sejak bayi baru lahir yang merupakan program nasional, serta pemberian HBIG pada bayi dan ibu yang hasil skrining hepatitis B reaktif dan melakukan pengobatan pada ibu hamil yang memenuhi syarat untuk diberikan antivirus hepatitis B.

Hari Hepatitis Sedunia ke-14 tahun ini di Indonesia mengusung tema "Segerakan Tes dan Mengobati. Hepatitis Tidak Menunggu".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.