Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengapa Indonesia Bisa Menjadi Salah Satu Tempat Teraman Jika Terjadi Perang Dunia III

📅 Jumat, 20 Jun 2025, 00:12 WIB | Oleh:
Mengapa Indonesia Bisa Menjadi Salah Satu Tempat Teraman Jika Terjadi Perang Dunia III Doc: Istimewa
Ket. Militer Indonesia yang relatif kecil berfokus terutama pada keamanan internal daripada ekspansi agresif, sehingga mengurangi kemungkinan memicu ketegangan internasional.

Di tengah dunia yang semakin diliputi ketegangan geopolitik, Indonesia muncul sebagai tempat berlindung yang potensial jika terjadi Perang Dunia III. 

Menurut Daily Mail, kombinasi unik Indonesia antara kebijakan luar negeri yang netral, keunggulan geografis, dan sumber daya alam yang kaya memposisikannya dengan baik di tengah ketidakpastian global.

Ditetapkan oleh pemimpin pertama, Presiden Sukarno, kebijakan luar negeri Indonesia yang "bebas dan aktif" menekankan kenetralan, yang memungkinkan negara tersebut terhindar dari keterlibatan dalam aliansi militer yang dapat menyeretnya ke dalam konflik internasional. Komitmen terhadap perdamaian ini meningkatkan reputasinya sebagai tempat berlindung selama masa-masa sulit. 

Secara geografis, status Indonesia sebagai negara kepulauan, yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau, menyediakan penghalang alami yang mempersulit potensi invasi militer. Lokasinya yang terpencil dari zona konflik utama semakin meningkatkan keamanannya, sehingga kecil kemungkinannya untuk menjadi sasaran dalam konflik global. Selain itu, militer Indonesia yang relatif kecil berfokus terutama pada keamanan internal daripada ekspansi agresif, sehingga mengurangi kemungkinan memicu ketegangan internasional. Keterlibatan militer yang rendah ini memungkinkan negara tersebut untuk mempertahankan sikap damai di panggung dunia. 

Selain itu, kekayaan sumber daya alam Indonesia, termasuk tanah yang subur dan air tawar yang melimpah, menjamin kemandirian, yang sangat penting selama konflik global. Kemampuan ini memungkinkan negara ini untuk mempertahankan populasinya bahkan ketika rantai pasokan internasional terganggu. Ketahanan budaya penduduk Indonesia yang beragam, yang terdiri dari berbagai kelompok etnis dan budaya, menumbuhkan rasa persatuan dan kemampuan beradaptasi yang kuat, yang selanjutnya meningkatkan stabilitasnya selama krisis. 

Meskipun Indonesia menonjol sebagai tempat berlindung yang potensial, Daily Mail juga menyoroti lokasi lain yang dapat dianggap aman jika terjadi Perang Dunia III. Ini termasuk Antartika, yang dikenal karena keterpencilannya yang ekstrem dan pemandangannya yang menakjubkan; Fiji, dengan lokasinya yang terpencil dan sumber daya alam yang melimpah; dan beberapa wilayah lain yang menawarkan keuntungan unik di masa kekacauan global. Secara keseluruhan, tempat-tempat ini mewakili tempat yang kurang aman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

32 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

56 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.