Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menaker Dorong kaum Muda Kuasai “Skill” Baru

📅 Rabu, 11 Feb 2026, 02:30 WIB | Oleh:
Menaker Dorong kaum Muda Kuasai “Skill” Baru Doc: Humas Kemnaker
Ket. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengingatkan generasi muda terus meningkatkan keterampilan atau skill baru. Hal tersebut guna menghadapi persaingan kerja yang semakin ketat.

Menurut Yassierli, perubahan teknologi dan dinamika ekonomi global mendorong pergeseran kebutuhan industri. Sejumlah sektor baru terus tumbuh, mulai dari ekonomi digital dan kreatif, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), care economy, hingga ekonomi berkelanjutan.

“Untuk menang dalam persaingan lokal dan global, tidak cukup hanya mengandalkan satu kompetensi. Model kompetensi sudah bergeser, tidak lagi tunggal,” ujar Yassierli saat memberikan kuliah umum di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, yang dikutip, Selasa (10/2).

Ia menilai pandangan bahwa satu keahlian sudah cukup tidak lagi relevan. Berdasarkan proyeksi global, sekitar 59 persen pekerja diperkirakan perlu mempelajari keterampilan baru agar sesuai dengan kebutuhan.

Yassierli menjelaskan, kebutuhan kompetensi kini bersifat berlapis dan saling terhubung. Dunia kerja menuntut model keahlian seperti

T-Shaped (mendalami di satu bidang dan memahami bidang lain), Pi-Shaped (dua keahlian utama), hingga M-Shaped atau multi-spesialisasi yang terintegrasi.

Untuk mendukung keterampilan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan terus memperkuat peran Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai pusat pelatihan vokasi. BLK diarahkan tidak hanya mengajarkan keterampilan konvensional, tetapi juga membangun talenta sesuai kebutuhan industri masa kini.

Ia menambahkan, kunci utama agar peningkatan kompetensi berjalan berkelanjutan adalah growth mindset. Yassierli mengingatkan, sekitar 50 persen pekerjaan di sektor industri diprediksi akan berubah dalam 10 tahun ke depan.

“Tantangan terbesar kita adalah ketidakmauan untuk belajar hal baru. Padahal, growth mindset menjadi kunci agar tenaga kerja mampu beradaptasi,” kata dia.

Selain itu, Yassierli menyoroti peluang ekonomi digital yang kini semakin terbuka bagi daerah. Dengan sekitar 70 persen pengguna digital baru berasal dari wilayah nonperkotaan.

Ia pun mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan. Dalam memperkuat ekosistem ketenagakerjaan dan pengembangan talenta di daerah.

“Permasalahan ketenagakerjaan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Pemerintah daerah memiliki peran strategis sebagai penggerak utama,” ujar dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.