Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menakar Janji Industrialisasi dan Hilirisasi Capres-Cawapres

📅 Kamis, 16 Nov 2023, 11:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menakar Janji Industrialisasi dan Hilirisasi Capres-Cawapres Doc: The Conversation/Shutterstock/BK Awangga
Ket. Pekerja tengah memproses produksi aksesoris otomotif di sebuah pabrik di Jakarta.

Riandy Laksono, Australian National University; Andree Surianta, Australian National University, dan Krisna Gupta, Politeknik APP Jakarta

Penurunan peran sektor industri manufaktur dalam perekonomian Indonesia terus berlanjut. Strategi pembangunan industri yang digalakkan oleh pemerintahan Joko "Jokowi" Widodo sepanjang dua periode kepemimpinannya, seperti penyederhanaan izin usaha dan investasi hingga penerapan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN), pun tampak tidak mampu meredam laju penurunan tersebut lebih jauh.

Menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, penting bagi publik untuk mengetahui bagaimana rencana pemerintah berikutnya dalam memperbaiki kinerja sektor industri manufaktur. Sebab, saat ini industri manufaktur masih memberikan nilai tambah per pekerja yang paling tinggi di Indonesia.

Apakah program industrialisasi yang dijanjikan oleh para pasangan calon (paslon) akan efektif dalam meningkatkan kembali peran sektor manufaktur?

Ringkasan program industrialisasi para paslon

Meskipun fokusnya terlihat berbeda, ketiga calon presiden memiliki kesamaan dalam hal gagasan seputar penciptaan lapangan kerja, yaitu industrialisasi melalui hilirisasi sumber daya alam (SDA).

Paslon Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) memandang hilirisasi perlu mengantisipasi terkurasnya SDA tidak terbarukan, seperti bahan bakar fosil dan produk tambang. Solusi yang ditawarkan adalah pembentukan Dana Abadi SDA untuk membuka sektor ekonomi baru. TKDN-merujuk pada penggunaan bahan baku dari dalam negeri-akan ditingkatkan, tetapi pelaksanaannya harus rasional. AMIN juga mendorong keterhubungan dengan rantai pasok global, offshoring (relokasi modal dan aktivitas ke negara lain) industri makanan dan minuman, dan perjanjian perdagangan bebas.

Sementara, Ganjar Pranowo-Mahfud M.D. (GaMa) menamakan program hilirisasi mereka sebagai "Industrialisasi 5.0", yang sepertinya akan difokuskan ke pengembangan kawasan ekonomi khusus.

Sayangnya dokumen visi-misi GaMa kurang jelas mendefinisikan apa itu Industrialisasi 5.0 ini dan kaitannya dengan tren global Industri 4.0 yang berfokus kepada otomatisasi dan kecerdasan buatan. Kebijakan TKDN yang disebutkan sebagai fondasi hilirisasi pun tidak mendapatkan penjelasan lebih lanjut.

Pasangan GaMa menyebutkan ingin meningkatkan daya saing di pasar global, namun tak ada penjelasan bagaimana kebijakan ini akan dijalankan.

Dibandingkan pasangan lain, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka (PaGi) adalah yang paling banyak menyebutkan kata "hilirisasi" dalam programnya. Titik beratnya terlihat di hilirisasi mineral, meskipun sektor pertanian dan kelautan juga disinggung. PaGi tampaknya mengarahkan kebijakan TKDN untuk mendorong hilirisasi komoditas.

Pasangan PaGi kelihatannya lebih mengutamakan pengendalian rantai pasok melalui pengawasan ekspor-impor (neraca komoditas) dan kewajiban pengolahan bahan mentah di dalam negeri. Sayangnya, tidak terlihat arahan yang jelas akan dikemanakan semua hasil industri pengolahan dalam negeri ini.

AMIN GaMa PaGi
Mendorong sektor baru Industrialisasi 5.0 Hilirisasi mineral
Dana abadi SDA Kawasan Ekonomi Khusus Mewajibkan pengolahan di dalam negeri
TKDN ditingkatkan secara rasional TKDN sebagai fondasi hilirisasi TKDN untuk hilirisasi komoditas
Rantai Pasok Global Meningkatkan daya saing global Pengawasan ekspor impor
Mendorong perjanjian perdagangan - -
offshoring industri makanan - -

Sekilas, program yang diusung para paslon nampak melanjutkan program industrialisasi pemerintah saat ini, yakni strategi klasik substitusi impor (import substitution industrialization/ISI). Dalam strategi ini, proses industrialisasi distimulasi oleh TKDN yang diterapkan bersamaan dengan larangan ekspor bahan mentah.

Namun, tanpa perencanaan yang baik, kebijakan seperti ini dapat berdampak buruk. Para paslon harus yakin bahwa kebijakan industrial memiliki lebih banyak manfaat daripada mudharat-nya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

36 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.