Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Membaik, Kualitas Udara Jakarta Peringkat ke-30 di Dunia pada Kamis Pagi

📅 Kamis, 30 Nov 2023, 09:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Membaik, Kualitas Udara Jakarta Peringkat ke-30 di Dunia pada Kamis Pagi Doc: ANTARA/Agatha Olivia Victoria
Ket. Ilustrasi - Warga menikmati suasana di Hutan Kota Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (11/10/2023).

JAKARTA - Situs pemantauan kualitas udara IQ Air, pada Kamis, pukul 06.36 WIB, mengklasifikasikan Daeerah Ibu Kota Jakarta sebagai kota nomor 30 dengan pencemaran udara tertinggi di dunia dengan nilai 78.

Peringkat pertama kota tercemar diduduki Lahore, Pakistan (390), kedua Delhi, India (286), ketiga Karachi, Pakistan (249), keempat Kolkata, India (234), dan kelima Hanoi, Vietnam (216)

Sementara laman resmi Sistem Informasi Lingkungan dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyebutkan, Provinsi DKI Jakarta, kualitas udara Jakarta pada Kamis pagi masuk kategori sedang. Ini karena angka partikel halus (particulate matter/PM) 2,5 berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di angka 51-100 hingga pukul 06.00 WIB.

DLH DKI menyebutkan di antara lima wilayah, Lubang Buaya (Jakarta Timur) memiliki angka PM2,5 yang paling tinggi, yaitu sebesar 77.

Angka itu memiliki penjelasan tingkat kualitas udara tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika

Sedangkan kategori baik yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.

Kemudian, kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Terakhir, berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.

ISPU di wilayah Jakarta lainnya, yakni, Jagakarsa di Jakarta Selatan (66), Kelapa Gading di Jakarta Utara (59), Bundaran HI di Jakarta Pusat (65) dan Kebun Jeruk di Jakarta Barat (60).

Indeks kualitas udara (IKU) di Jakarta tinggi karena konsentrasi PM2.5 saat ini sudah 5 kali lebih tinggi dari nilai panduan kualitas udara organisasi kesehatan dunia (World Health Organization/WHO).


Data kualitas udara diperoleh berdasarkan pantauan di 20 stasiun pemantau, di antaranya berada di Layar Permai (PIK), Jalan Raya Perjuangan (Kebon Jeruk) dan Jimbaran (Ancol).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

33 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.