Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Medvedev Usul Reformasi Peringkat ATP: Kurangi Beban, Fokus ke Grand Slam dan Masters

📅 Kamis, 26 Feb 2026, 07:30 WIB | Oleh:
Medvedev Usul Reformasi Peringkat ATP: Kurangi Beban, Fokus ke Grand Slam dan Masters Doc: AFP
Ket. Daniil Medvedev.

DUBAI - Petenis Russia, Daniil Medvedev, melontarkan gagasan berani terkait sistem peringkat dunia ATP. Dia mengusulkan agar hanya turnamen Grand Slam dan Masters 1000 yang memberikan poin peringkat, demi meringankan beban pemain di tengah kalender kompetisi yang padat hampir sepanjang tahun.

Meski demikian, petenis peringkat 11 dunia itu mengakui perubahan tersebut sulit direalisasikan dalam waktu dekat.

“Satu-satunya cara untuk mempersingkat tur adalah seperti itu,” ujar Medvedev. “Tapi itu tidak akan terjadi karena ada lisensi turnamen, dan ATP tidak punya cukup uang untuk membeli semuanya.”

Saat ini, para pemain papan atas wajib tampil di empat turnamen Grand Slam dan delapan ajang Masters 1000. Mulai 2026, sistem perhitungan peringkat akan dikurangi dari 19 menjadi 18 turnamen setelah ATP menghapus satu komitmen ATP 500. Namun, menurut Medvedev, langkah itu belum cukup signifikan untuk mengurangi tekanan.

Ia menilai, jika turnamen level lebih rendah tidak lagi memberikan poin, pemain akan lebih leluasa menentukan jadwal tanpa rasa khawatir kehilangan posisi di ranking.

“Turnamen lain tidak akan berkata, ‘Baik, kami mundur,’ karena mereka akan kehilangan uang. Ini bisnis,” tegasnya. “Dengan struktur ATP Tour sekarang, hampir mustahil ada perubahan, setidaknya selama saya masih bermain.”

Medvedev bahkan menyarankan format ekstrem: hanya empat Grand Slam dan 11 Masters yang memperebutkan poin, sementara turnamen lain tetap digelar tanpa konsekuensi terhadap peringkat.

Sorotan Medvedev juga tertuju pada perebutan delapan tiket menuju ATP Finals di Turin. Ia menilai ambisi lolos ke turnamen penutup musim itu memaksa pemain mengambil risiko berlebihan.

Sebaiknya Anda baca juga:

Ia mencontohkan kasus Holger Rune, yang mengalami cedera tendon Achilles saat tampil di turnamen level ATP 250 pada Oktober lalu. Banyak pihak menilai Rune tidak wajib bermain di ajang tersebut, namun Medvedev melihatnya dari sudut berbeda.

“Semua orang bilang, ‘Ya, dia tidak harus main.’ Tapi kalau dia ingin ke Turin, dia harus main, meskipun itu bukan turnamen wajib,” kata Medvedev.

Petenis berusia 29 tahun itu juga mengakui dirinya pernah terjebak dalam siklus serupa. Tahun lalu, ia bermain di tujuh turnamen secara beruntun demi mengejar tambahan poin setelah awal musim yang kurang meyakinkan.

“Apakah saya harus melakukannya? Tidak. Tapi saya bermain buruk di awal tahun, jadi saya berpikir mungkin bisa dapat 100 poin di sini, 200 di sana,” ujarnya. “Kalau tidak ada poin, keputusan itu akan jauh lebih mudah.”

Pernyataan Medvedev kembali membuka perdebatan lama tentang keseimbangan antara kepentingan bisnis dan kesejahteraan atlet. Di tengah kalender 11 bulan yang kerap dikritik, wacana reformasi sistem peringkat bisa menjadi topik hangat di internal ATP Tour dalam beberapa tahun mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.