Masyarakat Didorong untuk Konsultasi Dokter Gigi 6 Bulan Sekali
📅 Jumat, 24 Mar 2023, 19:19 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: ISTIMEWA
JAKARTA - Memperingati World Oral Health Day (WOHD) atau Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2023, Unilever Indonesia melalui merek Pepsodent menggelar kampanye "#KonsultasiGigiSekarang: Gigi Kuat untuk Senyum Indonesia. Hal ini salah satunya sebagai tanggapan masih rendahnya kunjungan ke dokter gigi.
Kampanye tersebut digelar bersama dengan Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), dan Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (ARSGMPI).
President of FDI World Dental Federation Professor Ihsane Ben Yahya, mengatakan WOHD merupakan sebuah peringatan global. Salah yang disorori tahun ini adalah kebutuhan mendesak untuk mengintervensi kesehatan mulut masyarakat yang tidak memiliki akses ke edukasi dan perawatan gigi.
"Kami bersama seluruh mitranya untuk berperan mengatasi permasalahan ini, sambil terus menyuarakan pentingnya kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari serta konsultasi gigi secara rutin demi menjaga kesehatan gigi dan mulut sepanjang hidup," ujar dia di Jakarta Senin (20/3).
Kampanye yang diluncurkan di SDN Karet Tengsin 15 Jakarta ini menjadi momen untuk mengedukasi masyarakat menyikat gigi dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Selain itu perlunya mengawali kebiasaan berkonsultasi ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.
Sebaiknya Anda baca juga:
Anggota Dewan Pakar PB PDGI Prof. Dr. drg. Tri Erri Astoeti, M.Kes., menjelaskan secara garis besar ada tiga tantangan yang dihadapi Indonesia dalam melakukan pemeriksaan gigi. Perta faktor biaya, kedua persebaran dokter gigi yang masih belum merata, ketiga jumlah dokter gigi di Indonesia yang masih terbatas.
"Saat ini jumlah dokter gigi berkisar 40 ribu orang, jika menggunakan rasio 1:3.000, dibutuhkan sekitar 90 ribu dokter gigi untuk melayani 270 juta penduduk Indonesia," ujar dia.
Menurut Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) drg. Rahardyan Parnaadji, M.Kes., Sp.Pros, menuturkan, lulusan dokter gigi rata-rata per tahun baru sebanyak 4.000 orang. Sejak 2022 mereka melakukan program internship ke berbagai wilayah di Indonesia selama enam bulan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Untuk mendongkrak jumlah dokter gigi pemerintah juga telah membuka kesempatan bagi pembukaan Program Studi/Fakultas Kedokteran Gigi baru. Hal ini diharapkan dapat memenuhi rasio kebutuhan dokter gigi di masyarakat," ujar dia.
Ketua Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (ARSGMPI) Dr. drg. Julita Hendrartini, M.Kes., AAK, menyatakan, masih banyak mispersepsi bahwa konsultasi ke dokter gigi itu mahal. Padahal, Pemerintah telah memperluas akses bagi peserta JKN untuk mendapatkan perawatan gigi dan mulut gratis terbatas di fasilitas kesehatan. Edukasi dan sosialisasi tentang hal ini harus terus dilakukan.
Teledentistry yang ada selama dapat menjawab tantangan ini melalui edukasi promotif preventif dengan akses yang lebih luas. Jika dari sesi teledentistry ditemukan permasalahan gigi mulut yang harus ditindaklanjuti, maka pasien bisa dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat pertama atau RSGM. Mereka bisa menggunakan jalur JKN agar pembiayaannya bisa gratis," paparnya.
Direktur Personal Care Unilever Indonesia Ainul Yaqin, mengungkapkan, Pepsodent selalu mendukung upaya pemerintah meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat melalui inovasi produk, edukasi untuk sikat gigi dua kali sehari pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Perusahaan menyarankan untuk rutin berkonsultasi ke dokter gigi, hingga pelayanan perawatan gigi gratis.
"Selain itu sejak 1995, Pepsodent telah menjangkau 28,7 juta anak di 334 kota lewat Program Sekolah Sehat, dan memberikan layanan perawatan gigi gratis sejak 2010 secara offline maupun online kepada 618.026 orang," ujar dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!