Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korban Tewas Akibat Banjir di Kenya Bertambah 66 Orang Hanya Dalam 24 Jam

📅 Rabu, 01 Mei 2024, 00:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Korban Tewas Akibat Banjir di Kenya Bertambah 66 Orang Hanya Dalam 24 Jam Doc: Antara/Xinhua/Joy Nabukewa
Ket. Arsip - Seorang pria menerobos banjir di kawasan kumuh Mathare, Nairobi, Kenya, pada 24 April 2024.

Nairobi - Jumlah korban tewas akibat hujan dan banjir di Kenya bertambah 66 dalam waktu 24 jam sehingga totalnya menjadi169 orang sejak 1 Maret dan 91 orang masih dinyatakan hilang, menurut sejumlahpejabat pada Selasa.

Juru bicara pemerintah Kenya Isaac Mwaura dalam konferensi pers mengatakan bahwa 45 dari 66 kematian yang tercatat pada Selasa adalah akibat tanah longsor.

"Dalam 24 jam terakhir, kami kehilangan 66 jiwa di seluruh negeri, yang terdiri dari 60 dewasa dan 6 anak-anak," kata dia.

Banjir juga menyebabkan190.942 orang mengungsi, dan ibu kota Kenya, Nairobi, menjadi wilayahpaling parah terdampak pengungsian, katanya.

Pemerintah Kenya menyatakan akan menanggung seluruh biaya perawatan para korban, terutama yang terdampak tanah longsor pada Selasa.

Banjir yang dipicu hujan lebat dan luapan sungai telah menenggelamkan rumah-rumah, menghancurkan infrastruktur, dan mengganggu layanan-layanan penting.

Pemerintah Kenya, organisasi kemanusiaan, pemerintah daerah di negara itu telah mengerahkan sumber daya untuk memberikan bantuan darurat kepada mereka yang terdampak banjir.

Presiden Kenya William Ruto menggelar rapat kabinet khusus pada Selasa untuk mengatasi dampak banjir yang mematikan itu.

Dalam pernyataannya pada Selasa, Ketua Komisi Uni Afrika Moussa Faki Mahamatmenyampaikan duka cita dan solidaritas kepada masyarakat yang menjadi korban bencana.

Pada Senin, lebih dari 40 orang tewas setelah sebuah bendungan jebol di Mai Mahiu, Kabupaten Nakuru, sekitar 60 kilometer dari Nairobi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

49 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.