Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mantan PM Kamboja Hun Sen Berpeluang Besar Jadi Ketua Senat

📅 Minggu, 25 Feb 2024, 15:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mantan PM Kamboja Hun Sen Berpeluang Besar Jadi Ketua Senat Doc: Facebook/Samdech Hun Sen of Cambodia
Ket. Mantan PM Hun Sen memberikan suara pada pemilihan Majelis Nasional di Phnom Penh, Kamboja, 21 Februari 2024.

PHNOM PENH - Para pejabat Kamboja memberikan suara dalam pemilihan Senat pada Minggu (25/2), membuka peluang bagi Hun Sen untuk secara resmi kembali ke dunia politik setelah mengundurkan diri sebagai perdana menteri tahun lalu.

Setelah hampir empat dekade berada di bawah kekuasaan garis keras, Hun Sen menyerahkan kekuasaan kepada putra sulungnya, Hun Manet, setelah pemilu nasional Juli lalu diselenggarakan tanpa ada perlawanan berarti.

Hun Sen pada saat itu menjelaskan, meskipun telah mengundurkan diri, ia masih berniat untuk menggunakan pengaruhnya.

Anggota parlemen berusia 71 tahun dan ketua partai yang berkuasa itu memberikan suara di dekat rumahnya di kota Takhmao pada Minggu pagi untuk mendapatkan kursi di Senat, majelis tinggi negara tersebut.

Hun Sen mengatakan, dia berkeinginan menjadi presiden Senat, sehingga dia bisa bertindak sebagai kepala negara saat raja berada di luar negeri.

Anggota dewan Chhim Vanarith, yang memberikan suara di TPS yang sama, menyambut baik langkah tersebut.

"Jika dia memimpin Senat, jelas negara kita akan lebih maju dan damai," ujarnya kepada AFP.

Empat partai politik, termasuk Partai Rakyat Kamboja (CPP) yang berkuasa pimpinan Hun Sen, Partai Funcinpec yang royalis, dan dua partai oposisi kecil ikut serta.

Dari 62 kursi Senat, 58 kursi akan dipilih oleh 125 anggota parlemen dan lebih dari 11.000 administrator lokal.Raja Norodom Sihamoni akan menunjuk dua senator, sedangkan Majelis Nasional akan menunjuk dua orang lainnya.

Kebanyakan pemilih yang memenuhi syarat adalah anggota CPP - yang berhasil menyapu bersih Senat pada pemilu lalu - sehingga kemenangan Hun Sen sudah pasti.

"Ini adalah tanda konsolidasi kekuasaan keluarga Hun lebih lanjut," kata Sebastian Strangio, penulis "Hun Sen's Kamboja", kepada AFP.

"Lebih baik memastikan posisi tersebut tidak jatuh ke tangan calon pesaing."

Menjadi presiden Senat akan melindungi putranya dan mencegah kendali keluarga dirusak, kata Strangio.

Komite Pemilihan Umum Nasional diperkirakan membutuhkan waktu beberapa minggu untuk mempublikasikan hasil resminya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.