Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mantan Menteri Kehakiman Brazil Ditangkap karena Diduga Membiarkan Kerusuhan

📅 Senin, 16 Jan 2023, 10:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mantan Menteri Kehakiman Brazil Ditangkap karena Diduga Membiarkan Kerusuhan Doc: Freshnewsasia
Ket. Anderson Torres, Menteri Kehakiman era Presiden Jair Bolsonaro ditangkap setelah penyerbuan ribuan Bolsonaristas ke gedung pemerintah.

BRASILIA - Mantan Menteri Kehakiman dan Keamanan Publik Brazil Anderson Torres, yang bertanggung jawab atas keamanan di Brasilia selama invasi gedung-gedung pemerintah pekan lalu, ditangkap karena dicurigai "melakukan pembiaran" dan "pura-pura tidak tahu".

Torres, mantan menteri kehakiman di masa presiden Jair Bolsonaro ditangkap usai kembali ke Brazil pada Sabtu (14/1) setelah berlibur di Florida, negara bagian AS yang sama yang dikunjungi Bolsonaro setelah kalah dalam pilpres lalu.

Mantan menteri itu mengatakan pada Kamis bahwa bukti yang diberikan polisi diambil di luar konteks ketika rumahnya digerebek minggu ini.

Hakim Mahkamah Agung Brazil Alexandre de Moraes memerintahkan penangkapan Torres pada Selasa kemarin.Belum jelas apa dakwaan itu, tetapi Moraes mengatakan atas dugaan "kelalaian" dan "penyusupan" oleh Torres.

Menteri kehakiman yang baru, Flavio Dino, mengatakan, pihak berwenang akan memberi Torres waktu sampai Senin untuk kembali ke Brazil atau dia akan menghadapi ekstradisi.

Setelah mengetahui perintah penahanan Moraes, Torres mengatakan di Twitter pada Selasa bahwa dia akan menghentikan liburannya dan kembali ke Brazil untuk menyerahkan diri.

Dino juga membenarkan penemuan di rumah Torres tentang draf keputusan yang mengusulkan langkah-langkah darurat untuk kemungkinan "koreksi" pemilihan Oktober, yang dimenangkan Lula dengan selisih tipis.

Rancangan keputusan yang tidak bertanggal dan tidak ditandatangani mencantumkan nama Bolsonaro di bagian bawah.Namun Dino mengatakan penulisnya tidak diketahui.

Torres mengatakan di Twitter bahwa dokumen itu "kemungkinan" bagian dari tumpukan kertas yang ditakdirkan untuk dihancurkan. Isi draf itu telah diambil "di luar konteks" untuk "memberikan narasi palsu" terhadapnya.

Pekan lalu, ribuan "Bolsonaristas", pendukung Bolsonaro menyerbu gedung-gedung pemerintah, memecahkan jendela dan furnitur, menghancurkan karya seni yang tak ternilai harganya, dan meninggalkan pesan grafiti yang menyerukan kudeta militer.

Mahkamah Agung telah setuju untuk membuka penyelidikan terhadap Bolsonaro karena diduga mendorong protes.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

43 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.