Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Manajemen Dikbud Buruk, Kabupaten Rejang Lebong Mengalami Krisis Guru

📅 Minggu, 08 Jan 2023, 21:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Manajemen Dikbud Buruk, Kabupaten Rejang Lebong Mengalami Krisis Guru Doc: istimewa
Ket. Aneka kerajinan yang dihasilkan sejumlah sekolah di Kabupaten Rejang Lebong yang ditampilkan saat peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2022 di daerah itu belum lama in

Rejang Lebong, Bengkulu - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menyebutkan daerah itu saat ini mengalami krisis guru yang diakibatkan banyaknya guru yang pensiun, meninggal dunia maupun pindah ke tempat lain.

"Kalau sepanjang tahun 2022 ada puluhan guru yang pensiun, tetapi alhamdulillah kita juga menerima kuota guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK sebanyak 141 orang sehingga bisa menutupi jumlah guru yang pensiun," kata Kepala Dinas Dikbud Rejang Lebong, Rezza Fakhlevie saat dihubungi di Rejang Lebong, Minggu (8/1).

Dia menjelaskan, jumlah guru yang bertugas di Kabupaten Rejang Lebong saat ini mencapai 3.668 orang dengan rincian guru ASN sebanyak 1.879 orang, dan 1.789 orang guru berstatus honorer.

Kalangan guru tersebut, kata dia, bertugas di sekolah negeri dan swasta mulai dari PAUD/TK, SD dan tingkat SMP tersebar dalam 156 desa/kelurahan di 15 kecamatan.

"Jumlah guru yang berstatus ASN di Kabupaten Rejang Lebong ini terus berkurang akibat banyak yang sudah pensiun, kemudian meninggal dunia serta pindah ke daerah lainnya. Untuk yang mengajukan pindah ke daerah lainnya sudah kita keluarkan moratorium dan tidak bisa," katanya menerangkan.

Akibat kekurangan guru ini sejumlah sekolah di daerah itu, menurut dia, hanya memiliki satu orang guru ASN, yakni kepala sekolah saja, sedangkan yang lainnya guru honorer yang dibiayai dengan dana BOS.

Menurut dia, untuk mengantisipasi kekurangan guru di wilayah itu pihaknya sudah mengajukan usulan kepada pemerintah pusat untuk penerimaan guru melalui seleksi CPNS maupun penambahan guru melalui PPPK.

Dia meminta sekolah-sekolah di Kabupaten Rejang Lebong yang mengalami kekurangan guru agar memberdayakan SDM yang ada di masing-masing sekolah sehingga sementara waktu bisa menutupi kekurangan tenaga pendidik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.