Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lupakan Kejahatan Wasit, Fokus Atasi Tiongkok

📅 Sabtu, 12 Okt 2024, 07:13 WIB | Oleh:
Lupakan Kejahatan Wasit, Fokus Atasi Tiongkok Doc: ANTARA/HO-PSSI
Ket. Oratmangoen menggiring bola I Pemain Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen (kanan) menggiring bola di­bayangi pemain Bahrain, Waleed Al Hayam dalam laga Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Nasional Bahrain, Kamis (10/10). Pertandingan berakhir seri 2-2.

JAKARTA - Tim nasional Indonesia harus segera melupakan kejahatan wasit asal Oman dalam laga melawan Bahrain dalam pertandingan ketiga grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Kamis (10/10). Skuad Garuda dipaksa menerima kerjaan wasit yang secara miring memihak Bahrain. Peluit baru disemprit setelah ada gol pengimbang 2-2, tanda laga berakhir, meski sudah lewat tiga menit dari perpanjangan enam menit di babak kedua.

Indonesia awalnya tertinggal 1-0 terlebih dahulu lewat gol Mohamed Mahroon. Namun, asuhan Shin Tae-yong mampu bangkit. Bahkan Skuad Garuda membalikkan kedudukan menjadi 2-1 lewat gol Ragnar Oratmangoen dan Rafael Struick. Namun, di pengujung laga, Mahroon kembali mencetak gol sehingga Indonesia gagal memetik tiga poin perdana di Grup C.

Dari hasil imbang ini, menurut pengamat sepak bola, Defri Saefullah, Skuad Garuda segera berbenah. "Di pertandingan ini Indonesia kesulitan mengembangkan permainan sepanjang laga," katanya.

Bahrain menurunkan taktik pressing tinggi. Taktik ini sukses membuat Indonesia kesulitan mengembangkan permainan karena Bahrain sering merebut bola dari kaki pemain Indonesia.

Selama 90 menit pertandingan, Indonesia tidak menemukan cara untuk meng-counter pressing Bahrain ini. Karena itulah Shin Tae-yong perlu mengasah aspek counter-press ini dengan lebih baik lagi di pertandingan selanjutnya melawan Tiongkok.

Satu yang positif dari laga kemarin, Skuad Garuda efisien dalam memanfaatkan peluang. "Meski kesulitan untuk melancarkan serangan balik, sekalinya mendapatkan kesempatan untuk menyerang, Indonesia mampu memaksimalkannya dengan baik," jelas Defri.

Dari total lima tembakan yang dilepaskan Indonesia, semuanya tepat sasaran. Dua di antaranya berbuah menjadi gol, sehingga aspek ini layak mendapatkan pujian.

Dari lini pertahanan, meski sebenarnya tampil cukup solid, celah pertahanan Indonesia terlihat. Lini pertahanan Indonesia gagal mengantisipasi bola-bola mati Bahrain dengan baik.

Setiap kali Bahrain mendapatkan sepak pojok atau tendangan bebas selalu menjadi ancaman serius bagi Indonesia. Aspek ini mesti menjadi catatan penting Shin Tae-yong untuk menyempurnakan lini pertahanan.

Pelajaran penting yang harus diambil Indonesia di laga kali ini adalah konsentrasi tidak boleh buyar sampai wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan. Kemenangan di depan mata buyar ketika Mohamed Mahroon mencetak gol keduanya melalui skema sepak pojok. Mahroon dibiarkan bebas, tidak terkawal. Dia dengan mudah mendorong bola ke gawang Indonesia.

Kontroversi Wasit

Hal lain yang menjadi sorotan adalah kepemimpinan wasit Ahmed Abu Bakal Al Kaf. Wasit asal Oman ini jadi sorotan karena sering kali membuat keputusan yang merugikan Indonesia.

Salah satu keputusan paling kontroversial sang wasit saaat memberikan tambahan waktu di masa injury time yang membuat Bahrain mampu menyamakan kedudukan. Terkait hal tersebut Shin Tae-yong mengungkapkan kekecewaannya.

"Kedua tim melakukan yang terbaik sampai wasit meniupkan peluit panjang. Akan tetapi, saya harus memastikan kembali terkait dengan keputusan-keputusan wasit di pertandingan tadi. Bila AFC ingin semakin maju, maka keputusan dan kepemimpinan wasit juga perlu diperbaiki," ujar Shin Tae-yong.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.