Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lulusan Magister Terapan, STIP Siap Perkuat Daya Saing Maritim Global

📅 Rabu, 25 Des 2024, 12:12 WIB | Oleh:
Lulusan Magister Terapan, STIP Siap Perkuat Daya Saing Maritim Global Doc: Dok. BPSDMP
Ket. Sidang Senat Terbuka dan Wisuda Program Magister Terapan Angkatan II di STIP

JAKARTA - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) melalui Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta kembali mencetak lulusan unggul yang siap mengemban misi besar memperkuat daya saing dan keberlanjutan industri maritim global.

Dalam acara Sidang Senat Terbuka dan Wisuda Program Magister Terapan Angkatan II di STIP, Kepala BPSDMP, Subagiyo menyampaikan bahwa para wisudawan STIP Jakarta adalah generasi baru profesional maritim yang tidak hanya dibekali dengan kompetensi teknis, tetapi juga nilai humanisme, karakter kuat, dan visi masa depan.

“Lulusan hari ini harus mampu menghadapi tantangan global dengan kompetensi, inovasi, dan integritas. Dunia maritim membutuhkan SDM yang berkarakter, visioner, dan mampu menjawab kebutuhan pasar,” tegasnya dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Dalam sambutannya Ia menyoroti berbagai tantangan besar yang dihadapi industri maritim, termasuk digitalisasi, keberlanjutan, dan optimalisasi potensi ekonomi laut. 

Menurut Subagio ada empat tantangan utama yang perlu dijawab oleh para lulusan di industri maritim saat ini, yaitu Digitalisasi dan Teknologi Otonom, yang diprediksi 20% kapal komersial akan menjadi otonom pada tahun 2030, dan hal ini membawa tantangan baru.

"Dan khususnya dalam hal keamanan siber, sehingga lulusan STIP diharapkan mampu mengembangkan solusi teknologi dan keamanan siber untuk menjawab tantangan ini. Selain itu juga, tingginya biaya logistik nasional, 23% dari PDB membutuhkan lulusan untuk berperan dalam menciptakan infrastruktur pelabuhan yang lebih efisien dan mendukung konektivitas antar pulau,” ungkapnya. 

Lebih lanjut Subagio menambahkan tantangan pengurangan emisi gas rumah kaca, dimana IMO menargetkan pengurangan emisi hingga 50% pada tahun 2050, sehingga para lulusan perlu ditempatkan di garis depan inovasi energi ramah lingkungan. 

“Indonesia memiliki potensi ekonomi laut yang besar, World Bank memperkirakan bahwa sektor ekonomi laut Indonesia dapat menyumbang 3,5 – 4,1% dari PDB pada 2030 jika dikelola dengan baik. Namun, kontribusi sektor kelautan Indonesia terhadap PDB saat ini baru sekitar 3%. Sebagai lulusan, anda dapat berperan dalam memaksimalkan potensi ini melalui teknologi, kebijakan, dan pengelolaan sumber daya laut yang lebih berkelanjutan”. lanjutnya.

Sejalan dengan hal tersebut Sekretaris BPSDMP, Capt. Wisnu Handoko dalam orasi ilmiahnya juga menegaskan transformasi kompetensi SDM profesional untuk menjamin ketahanan dan keberlanjutan maritim. 

“Transformasi ini memerlukan SDM yang tidak hanya memahami teknologi baru, tetapi juga mampu mengelola tantangan keselamatan dan keberlanjutan. Dua tren utama yang mempengaruhi industri maritim saat ini, yaitu Dekarbonisasi dan Digitalisasi,” jelasnya. 

Dekarbonisasi, menurut Capt Wisnu sebagai upaya mengurangi emisi gas rumah kaca melalui penggunaan bahan bakar alternatif seperti amonia, hidrogen, dan metanol. Hal ini didorong oleh regulasi International Maritime Organization (IMO) yang menargetkan pengurangan emisi karbon hingga 70% pada 2050. Digitalisasi, adopsi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan blockchain yang mengubah cara operasional kapal dan logistik pelabuhan. 

"Dengan mengusung tema "Improving Professional Competence to Strengthen the Resilience and Sustainability of The Global Maritime Industry", STIP berkomitmen mencetak SDM profesional yang berdaya saing global dan berkontribusi pada keberlanjutan industri maritim," katanya. 

Sebanyak 47 Wisudawan
Sedangkan Ketua STIP Jakarta, Tri Cahyadi melaporkan bahwa pada wisuda ini sebanyak 47 wisudawan dari berbagai latar belakang, termasuk ASN, BUMN, dan profesional maritim. Rincian wisudawan terdiri dari 26 wisudawan Program Studi Pemasaran, Inovasi, dan Teknologi, dan 21 wisudawan Program Studi Teknik Keselamatan dan Resiko. 

Adapun wisudawan terbaik pada Angkatan II ini adalah Achmad Yulianto Riyadi yang meraih IPK sebesar 3,98, dan Catur Ratmoko yang meraih IPK sebesar 3,94.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

38 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.