Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Libatkan Polri Sampai Intelijen, Pembentukan Tim Khusus Demi Urusi Bjorka Dinilai Buang-buang Duit

📅 Rabu, 14 Sep 2022, 12:11 WIB | Oleh:
Libatkan Polri Sampai Intelijen, Pembentukan Tim Khusus Demi Urusi Bjorka Dinilai Buang-buang Duit Doc: Istimewa
Ket. Profil akun Twitter hacker Bjorka.

Pakar siber Teguh Aprianto mengkritisi pembentukan tim respons darurat alias emergency response sebagai tanggapan atas rentetan kebocoran data oleh hacker Bjorka.

Tim respons darurat yang beranggotakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), BSSN, Cyber Crime Bareskrim Polri, dan Badan Intelijen Negara (BIN), dinilai Teguh amat percuma mengingat Indonesia sudah memiliki Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

"Udah ada lembaga siber tapi kasus begini sampai bikin tim khusus gabungan 4 instansi. Kenapa ga dibubarin sekalian aja itu BSSN?" ujar Teguh melalui akun Twitter @secgron, pada Selasa (13/9).

Menurut Teguh, anggaran mendanai tim respons darurat lebih baik digunakan untuk mengaudit kinerja Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan BSSN yang dinilainya tak jelas.

"Daripada tim ini dibikin cuma untuk ngurusin 1 orang atau 1 kelompok, mendingan dipake untuk audit @kemkominfo dan @BSSN_RI secara keseluruhan," ujar Teguh.

"Periksa apakah selama ini mereka beneran kerja apa engga. Indikator kinerja mereka selama ini gimana?" sambungnya.

Pada sisi lain, Kepala BSSN Hinsa Siburian menjelaskan tim respons darurat dibentuk untuk mengantisipasi potensi krisis di masa datang.

"Nah, ini tugasnya nanti bagaimana pencegahannya dan bagaimana kalau terjadi suatu krisis tim ini sudah siap," ungkapnya, pada Selasa (13/9).

Hinsa menilai tim gabungan diperlukan mengingat tidak ada satu negara yang bisa lepas dari serangan siber. Karena itu, seiring dengan perkembangan teknologi perlu dibentuk tim khusus sebagai upaya preventif dari potensi krisis akibat serangan hacker yang pastinya turut berkembang.

"Perlu kita sadari juga tidak ada satu negara pun di dunia ini yang men-declare di bidang siber aman 100 persen," ucapnya.

"Jadi dalam menghadapi ini mengantisipasi dan mengevaluasi dan kesiapan terus. Jadi ndak boleh sombong, 'oh kami sudah kuat, sistem kami paling hebat', tidak ada. Karena apa? Teknologi kan berkembang, hacker dan ancaman berkembang," jelas Hinsa.

Diketahui, Presiden Jokowi meminta pembentukan tim gabungan untuk merespons kasus kebocoran data oleh hacker Bjorka.

Tak hanya tim gabungan, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate pada Senin (12/9) mengatakan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) telah disetujui di rapat tingkat 1 oleh panja Komisi 1 DPR dengan pemerintah.

"Kami sekarang tunggu jadwal untuk pembahasan dan persetujuan tingkat 2 yaitu rapat paripurna DPR, mudah-mudahan nanti dengan disahkan RUU PDP jadi UU PDP ada payung hukum yang lebih baik untuk menjaga data," kata Johnny.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...

Rupiah Masih Rawan - 09 Oktober 2026

1.5 jam yang lalu | Oka Wahyu

Ekonomi
Rupiah Masih Rawan - 09 Okt...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.