Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lewat Marandang Basamo, IPB Produksi Satu Ton Rendang untuk Korban Bencana Sumatera

📅 Selasa, 09 Des 2025, 08:45 WIB | Oleh:
Lewat Marandang Basamo, IPB Produksi Satu Ton Rendang untuk Korban Bencana Sumatera Doc: antara foto
Ket. IPB gelar aksi kemanusiaan Marandang Basamo untuk korban bencana di Sumatera.

KOTA BOGOR - IPB University bersama Persatuan Alumni Pelajar dan Mahasiswa Minang (PAPMM) mengadakan kegiatan kemanusiaan "marandang basamo" dengan memproduksi satu ton rendang daging untuk disalurkan kepada korban bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Wakil Rektor IPB University Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Agromaritim, Prof Ernan Rustiadi sebagaimana keterangan yang diperoleh dari IPB University di Kota Bogor, Selasa (9/12), Sumatera memiliki kedekatan yang sangat kuat dengan IPB karena banyak mahasiswa, dosen, hingga alumni, berasal dari sana.

"Karena itu, apa yang terjadi di sana merupakan bagian dari keluarga besar kami. IPB akan selalu hadir untuk berkontribusi," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa IPB University tidak hanya berperan dalam penyaluran bantuan logistik, tetapi juga aktif mengirimkan tim ke lapangan serta berkoordinasi dengan tujuh perguruan tinggi yang ditugaskan sebagai posko dukungan bagi wilayah terdampak bencana.

Rendang yang diproduksi dalam kegiatan ini tidak hanya mengedepankan aspek gizi dan nilai budaya, tetapi juga keamanan pangan dan daya simpan.

Proses pengemasan dilakukan melalui kolaborasi dengan Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB University serta fasilitas Mitra Tani (MT Farm) di Tegalwaru, Ciampea, Kabupaten Bogor, dengan metode vakum dan sterilisasi, sehingga produk dapat bertahan hingga dua tahun.

“Teknologi pangan IPB mampu menjawab tantangan di situasi darurat. Kami berharap kontribusi ini memberi manfaat nyata dan ikut mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana,” tuturnya.

Wakil Ketua PAPMM Fadli Afriadi menjelaskan bahwa gerakan ini berawal dari inisiatif alumni Minang IPB yang kemudian mendapatkan dukungan luas dari dosen, pemengaruh (influencer), serta dunia usaha.

“Bagi masyarakat Minang, rendang bukan sekadar makanan, tetapi simbol tradisi, solidaritas, dan kebersamaan. Kami berharap rendang ini dapat menjadi penguat moril bagi para korban bencana," katanya.

Sementara itu, inisiator "marandang basamo", Rindang Matoati, SE, MSi, menuturkan bahwa inovasi dalam pengolahan dan pengemasan rendang dilakukan agar bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat terdampak.

“Kami memastikan rendang ini aman, higienis, dan tahan lama. Harapannya, bantuan benar-benar bisa dikonsumsi dengan baik, tidak terbuang, serta dapat disimpan dalam jangka panjang," kata Rindang yang juga dosen Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University.

Selain rendang, panitia juga tengah mengupayakan penambahan nasi instan inovasi IPB University agar bantuan dapat disalurkan dalam bentuk paket santap saji siap makan.

Distribusi bantuan dilakukan melalui jaringan relawan, termasuk komunitas influencer Minang, serta berbagai platform kemanusiaan guna memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat terdampak bencana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.