Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lebih dari 2.000 Pengungsi Baru Rohingya Memasuki Bangladesh

📅 Senin, 26 Agu 2024, 00:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lebih dari 2.000 Pengungsi Baru Rohingya Memasuki Bangladesh Doc: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Ket. Arsip foto - Sejumlah pengungsi Rohingya beraktifitas di Kamp Pengungsian Ukhia, Cox Bazar, Bangladesh, Kamis (28/9/2017).

Dhaka - Lebih dari 2.000 pengungsi baru Rohingya telah memasuki Bangladesh sejak runtuhnya pemerintahan Sheikh Hasina pada 5 Agustus yang menyebabkan beberapa personel Penjaga Perbatasan Bangladesh (BGB) meninggalkan pos mereka karena takut akan pembalasan dari masyarakat.

Para pengungsi baru tersebut sebagian besar berlindung di tiga dari total 27 kamp, seperti dilaporkan Anadolu menyusul keterangan para pemimpin dan pejabat komunitas pengungsi.

Pejabat BGB telah mengakui lonjakan signifikan jumlah pengungsi namun mengindikasikan bahwa mereka berupaya aktif untuk mencegah kedatangan pengungsi tambahan.

"Kami telah menahan setidaknya dua puluhan pengungsi Rohingya baru hari ini," kata seorang komandan BGB, yang tidak ingin disebutkan namanya.

Puluhan tahanan tersebut ditahan di pos pemeriksaan sementara, menurut Anadolu pada Sabtu (24/8).

Minggu menandai peringatan tujuh tahun krisis Rohingya yang dimulai pada 25 Agustus 2017, ketika sekitar satu juta pengungsi Rohingya melarikan diri ke Bangladesh untuk menghindari pembantaian yang dipimpin militer Myanmar.

Anadolu mengunjungi tiga kamp Rohingya pada Sabtu dan berbicara dengan sedikitnya 30 pengungsi baru yang tiba setelah 5 Agustus.

Di perbatasan timur Bangladesh, masuknya Tentara Arakan ke distrik Maungdaw telah memaksa ribuan warga Rohingya melarikan diri.

Laporan yang belum terverifikasi memperkirakan korban tewas sekitar 200 orang. Jika benar, itu akan menjadi salah satu serangan paling mematikan terhadap warga sipil dalam perang saudara Myanmar yang telah berlangsung tiga tahun yang dimulai setelah kudeta militer pada 2021.

Gerilyawan pro-demokrasi dan kelompok etnis bersenjata minoritas, termasuk Tentara Arakan, telah berjuang untuk menggulingkan penguasa militer yang mengambil alih kekuasaan dari pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi pada 2021.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

55 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.