Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kota Pekalongan Dorong Warga Manfaatkan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan

📅 Senin, 23 Mar 2026, 23:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kota Pekalongan Dorong Warga Manfaatkan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan Doc: Antara
Ket. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan Lili Sulistywati.

Pekalongan - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mendorong masyarakat untuk menggiatkan gerakan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga pada 2026. 

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan Lili Sulistywati di Pekalongan, Senin (23/3), mengatakan upaya ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan yang dimulai dari tingkat rumah tangga.

"Pemanfaatan lahan pekarangan dengan tanaman pangan dan hortikultura produktif masih menjadi program yang terus digalakkan di tengah masyarakat. Melalui langkah tersebut, masyarakat diharapkan dapat memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri dari lingkungan rumah," katanya.

Menurut dia, dengan melihat kondisi saat ini transfer keuangan daerah yang minimalis juga berdampak pada anggaran untuk fasilitasi bibit serta sarana prasarana pemanfaatan pekarangan yang terbatas.  

Namun, kata dia, program ini tetap ada dan masih berjalan hingga saat ini.

Ia mengatakan pihaknya masih tetap memberikan fasilitasi kepada kelompok masyarakat, kelurahan maupun perorangan yang memiliki keinginan untuk mengoptimalkan pekarangan dengan tanaman pangan hortikultura.

Pemanfaatan lahan pekarangan, kata dia, memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menanam tanaman produktif di lingkungan rumah.

"Intinya program ini masih ada, hanya saja memang terbatas. Kami tetap memiliki komitmen dan kewajiban untuk meningkatkan ketahanan pangan mulai dari keluarga melalui tanaman pangan produktif," katanya.

Ia mengatakan pihaknya juga akan terus melakukan pendampingan dan sosialisasi kepada masyarakat secara berkelanjutan dengan melalui kerja sama dengan para penyuluh pertanian agar warga mendapatkan edukasi yang tepat dalam memanfaatkan lahan pekarangan.

Pendampingan yang diberikan mencakup berbagai aspek budidaya mulai dari teknik penanaman yang baik, penanganan tanaman, pengelolaan lahan, hingga proses pascapanen.

"Kami akan terus melakukan pendampingan dan sosialisasi secara masif bersama para penyuluh agar masyarakat yang ingin memanfaatkan pekarangan dapat memperoleh edukasi mulai dari cara menanam yang baik, penanganan tanaman, pengelolaan hingga pasca-panen," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

41 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.