Konstruksi Bendungan Way Apu Dikebut, Maluku Siap Dukung Swasembada Pangan Nasional
📅 Jumat, 27 Jun 2025, 20:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO - Kementerian PU
JAKARTA - Bendungan Way Apu akan memasok air untuk irigasi lahan pertanian seluas 10.562 hektare di Maluku.
Bendungan ini dirancang untuk mengurangi risiko banjir di daerah hilir dengan menampung air berlebih dan mengatur aliran sungai.
Bendungan Way Apu akan menghasilkan energi listrik sebesar 8 MW, yang akan menerangi sekitar 8.750 rumah.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat konstruksi Bendungan Way Apu dalam rangka mendukung ketahanan air dan pangan di Maluku.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan bahwa infrastruktur sumber daya air berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kita sepakat bahwa infrastruktur sumber daya air sangat penting untuk mencapai swasembada pangan. Salah satu contohnya adalah pembangunan bendungan yang kemudian disalurkan melalui sistem irigasi primer, sekunder, hingga tersier langsung ke lahan pertanian,” kata Dody di Jakarta, Jumat (27/6).
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan upaya percepatan pembangunan bendungan dan salah satu yang dikebut penyelesaiannya adalah Bendungan Way Apu untuk mendukung ketahanan air dan pangan di Provinsi Maluku.
Bendungan yang berlokasi di Kabupaten Buru ini dibangun sejak Desember 2017. Pekerjaan konstruksinya terbagi menjadi 2 paket yaitu paket 1 berupa konstruksi bendungan utama oleh PT PP – Adhi Karya KSO dengan biaya Rp1,11 triliun dan paket 2 berupa konstruksi bendungan pelimpah (spillway) oleh PT Hutama Karya – Jaya Konstruksi KSO dengan biaya Rp1,04 triliun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Progres fisiknya saat ini telah mencapai 79,8 persen. Ditargetkan seluruh pekerjaan konstruksinya dapat selesai pada tahun 2026 dan akan diikuti dengan penyediaan jaringan irigasinya agar air dari bendungan dapat segera dimanfaatkan untuk sawah-sawah milik petani di Maluku.
Bendungan Way Apu memiliki tinggi 69 meter, lebar puncak 12 meter, panjang puncak 490 meter, dan luas daerah genangan 273,79 hektare (ha). Kapasitas tampungan sebesar 50,05 juta m3.
Nantinya bendungan ini dapat menyediakan air irigasi seluas 10.562 ha dan air baku dengan debit 0,205 m3/detik. Selain itu juga dapat mereduksi banjir sebesar 394 m3/detik, pembangkit listrik berkapasitas 8 MW yang mampu menerangi sekitar 8.750 rumah berkapasitas 900 watt, serta sebagai tempat pariwisata yang untuk mendukung pertumbuhan perekonomian daerah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!