Komisi VII Dukung Siaran Piala Dunia oleh TVRI Beri Kegembiraan Rakyat
📅 Rabu, 28 Jan 2026, 16:03 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi
JAKARTA -- Komisi VII DPR RI mendukung penuh penyiaran Piala Dunia 2026 oleh Lembaga Penyiaran Publik TVRI untuk memberikan kegembiraan bagi rakyat, sebagai wujud kehadiran negara.
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay pun meminta kepada LPP RRI dan Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA agar turut hadir dalam meningkatkan dukungan publikasi penyelenggaraan penyiaran piala dunia yang lebih berkualitas.
"Kalau saya yang paling utama, TVRI begitu menyiarkan ini, nama dia naik, orang nonton, itu dulu," kata Saleh dalam rapat bersama TVRI, RRI, dan ANTARA di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu.
Di samping itu, dia meminta TVRI untuk memperbaiki jaringan-jaringan sistem penyiaran agar tayangan Piala Dunia mampu disiarkan merata di seluruh wilayah Indonesia.
"Dengan demikian, orang bisa nonton nih. Kalau soal untung saya nggak ngerti, itu urusan bisnis," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, jika TVRI bisa meraup keuntungan dari penyiaran tersebut, menurut Saleh, akan lebih baik lagi.
Untuk itu, dia meminta TVRI untuk mengelola hal tersebut dengan baik dan benar.
"Kan ini masih ada 4,5 bulan sebelum penayangan ini, tentu ini akan kita evaluasi kerja-kerja TVRI, dengan demikian kita kasih masukan," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk itu, Saleh juga meminta kepada TVRI untuk menyampaikan data proyeksi finansial atas hak siar Piala Dunia 2026 guna melihat dampaknya pada aspek anggaran dan peningkatan ekonomi masyarakat.
"Menetapkan Piala Dunia 2026 sebagai program strategis TVRI yang tidak hanya berorientasi pada anggaran siaran olah raga, tetapi memberikan nilai tambah nyata pada pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!