Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kolaborasi Jadi Senjata, Produk Lokal Diminta Keluar dari Zona Nyaman

📅 Minggu, 15 Feb 2026, 22:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kolaborasi Jadi Senjata, Produk Lokal Diminta Keluar dari Zona Nyaman Doc: ANTARA/ HO-Kemenekraf
Ket. Wamen Ekraf Irene Umar memberikan sambutan dalam acara "Unerd Special Launch: Collaboration with Tahilalats X Garuda Indonesia" di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

JAKARTA – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif terus mendorong kolaborasi lintas pelaku sebagai cara cerdas mempromosikan kekayaan intelektual (IP) sekaligus produk lokal.

Logikanya sederhana: saat kreator, brand, komunitas, dan pasar dipertemukan, nilai tambah ikut tercipta—bukan cuma dari sisi penjualan, tapi juga dari penguatan identitas karya anak bangsa.

Di tengah persaingan global yang makin ketat, pendekatan kolaboratif ini penting agar IP lokal tidak hanya jadi kebanggaan, tapi juga aset ekonomi yang berkelanjutan.

Intinya, kreativitas perlu panggung, dan kolaborasi adalah jalur cepat supaya produk lokal bisa naik kelas dan punya daya saing nyata.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyebut acara "Unerd Special Launch: Collaboration with Tahilalats X Garuda Indonesia" di Jakarta pada Jumat (13/2) sebagai contoh kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.

"Ini merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor antara produsen sepatu lokal Indonesia, Unerd bersama IP kebanggaan Indonesia yang sudah go international seperti Tahilalats," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian pada Minggu (15/2).

"Dilengkapi dengan kehadiran maskapai Garuda Indonesia yang senantiasa mempromosikan kekayaan intelektual lokal Indonesia sebagai bagian dari strategi pengembangan ekonomi kreatif nasional. Mari, kita terus bangga pakai sepatu lokal," katanya.

Ia menyebut kolaborasi Unerd, Tahilalats, dan Garuda Indonesia sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kebanggaan generasi muda pada produk merek lokal.

"Selamat atas three way collaboration hari ini, yang sangat spesial. Semoga lebih banyak kolaborasi-kolaborasi lain yang berkelanjutan," katanya.

Ia menyampaikan bahwa Kementerian Ekonomi Kreatif pernah berkolaborasi untuk menghadirkan desain khusus corak pesawat Garuda Indonesia sekaligus mempromosikan IP karakter lokal seperti Tahilalats.

Kepala Pemasaran Grup Garuda Indonesia Prina Eka Putri menyampaikan bahwa Garuda Indonesia menjadikan IP lokal sebagai bagian dari pengalaman dalam penerbangan.

"Kami melihat Unerd sebagai brand yang sangat established as local footwear di Indonesia dan menjadi merek lokal yang paling hype. Demi membangkitkan opportunity, kami membuka dan menumbuhkan semangat untuk generasi muda dalam membeli produk dari jenama lokal," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

19 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

24 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.