Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Keterbatasan Akses Tak Halangi Petani di Gayo Lues Beraktivitas

📅 Rabu, 28 Jan 2026, 23:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keterbatasan Akses Tak Halangi Petani di Gayo Lues Beraktivitas Doc: Antara

Gayo Lues, Aceh - Keterbatasan akses pascabanjir bandang dan tanah longsor tidak menghalangi semangat petani di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Gayo Lues, Aceh, untuk menjual kemiri ke tengkulak.

Ismail (65) dan Aminah (42) tampak menyeberangi jembatan darurat, Rabu, sambil memanggul karung kemiri hasil kebunnya. Mereka memangggul kemiri itu untuk dijual ke tengkulak yang telah menunggu di seberang sungai.

Aminah menyebut kemiri tersebut merupakan hasil panen sebelum bencana hidrometeorologi melanda daerahnya pada akhir tahun lalu. Kemiri yang dijualnya itu adalah sisa yang tidak terbawa arus banjir.

“Ini kemiri sudah lama, sebelum musibah hari itu kejadian sudah dibawa ke rumah. Ini pun sudah hanyut dari depan rumah itu. [Jadi, ini] kumpulin lagi, makanya sayang ini enggak dijualkan,” tuturnya.

Menurut Aminah, jumlah kemiri yang dijualnya kali ini lebih sedikit dibanding sebelumnya. “Sikit-lah, cuma satu karung ini cuma,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Ismail. “Ini kemiri yang jatuh dulu [sebelum banjir]. Jadi, sudah surut air ini, baru kita antar ke sini,” ucapnya.

Ismail mengaku biasanya bisa menjual kemiri seberat dua hingga tiga ton. Namun, lantaran dilanda banjir dan longsor, kali ini, dia hanya menjual 11 karung kemiri yang satu karungnya bisa mencapai 30 kilogram.

“Kalau kemiri itu, panennya sekali cuma. Kadang-kadang dikumpulin dulu. Siap panen itu, dua kali, baru kita jual. Ngumpul dia itu dulu,” katanya menjelaskan.

Kendati demikian, Ismail tetap bersyukur karena masih dapat menjual hasil kebunnya, terlebih mengingat rumitnya proses memanen kemiri.

“Kemiri agak rumit. Dia baru jatuh kan masih ada kulit. Kulitnya itu kan dua lapis. Habis itu dikupas dia. Jemur lagi. Habis dijemur, baru masuk karung. Baru cari tauke. Ini sisa dari banjir. Alhamdulillah adalah sikit,” ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

24 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.