Kepercayaan Masyarakat pada Layanan Penyelamatan Damkar Terus Meningkat Lima Tahun Terakhir
📅 Rabu, 16 Jul 2025, 19:13 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/HO-Sudin Gulkarmat Jakarta Timur
JAKARTA - Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta mengemukakan bahwa permintaan masyarakat terhadap layanan penyelamatan terus meningkat, setidaknya sejak tahun 2020 hingga 2024 yang mencapai 6.800 permohonan.
"Terkait penyelamatan kejadian atau permohonan layanan penyelamatan, luar biasa, hampir tiga kali lipat dari kejadian kebakaran. Sejak tahun 2020 hingga 2024 trennya meningkat," kata Kepala Seksi Operasi Kebakaran Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, M. Tasor.
Hal itu disampaikan dalam acara bertema "Reaksi Tanggap Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Untuk Warga Jakarta" di Jakarta, Rabu (16/7).
Tasor merinci permintaan layanan pada 2020 yakni 3.538, kemudian meningkat 35,6 persen atau menjadi 4.796 pada 2021.
Lalu, jumlah permintaan layanan penyelamatan kembali meningkat pada tahun-tahun berikutnya, yakni 6.049 (tahun 2022), 6.610 (tahun 2023) dan 6.800 (tahun 2024 atau meningkat 2,9 persen dibandingkan tahun 2023).

Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Seksi Operasi Kebakaran Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, M. Tasor dalam acara bertema "Reaksi Tanggap Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Untuk Warga Jakarta" di Jakarta, Rabu (16/7). (Antara/Lia Wanadriani Santosa)
Tahun ini, sampai15 Juli, (permintaan) 4.401 layanan untuk berbagai jenis penyelamatan. "Ini membuktikan masyarakat sangat memahami terkait tupoksi layanan penyelamatan Dinas Gulkarmat," kata Tasor.
Berbagai kategori penyelamatan yang biasanya dilakukan Gulkarmat DKI antara lain terkait kecelakaan lalu lintas, bangunan runtuh, penyelamatan berbeda ketinggian serta pengendalian hewan.
"Pengendalian hewan baik itu sarang tawon, biawak dan ular. Ini yang menduduki peringkat tertinggi. Operasi lainnya pohon tumbang dan lainnya," ujar Tasor.
Sebaiknya Anda baca juga:
Terkait jumlah personel Gulkarmat DKI Jakarta, saat ini terdapat 4.117 orang. Dari jumlah ini, sebanyak 42,3 persen berstatus Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP) atau tenaga kerja non-Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Tahun ini mendapat tambahan sekitar 215 orang dan InshaAllah tahun ini juga akan merekrut tambahan kurang lebih 1.000 orang untuk PJLP," kata Tasor. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!