Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Laporan: Kenaikan Permukaan Laut Mengancam 1,5 Juta Penduduk Australia pada Tahun 2050

📅 Senin, 15 Sep 2025, 09:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Laporan: Kenaikan Permukaan Laut Mengancam 1,5 Juta Penduduk Australia pada Tahun 2050 Doc: AFP
Ket. Foto udara yang diambil pada 28 Juli 2020 menunjukkan rumah-rumah yang berada di kota pesisir timur Australia, Wamberal, berisiko tersapu banjir setelah hujan lebat, angin kencang, dan gelombang besar menghantam garis pantai selama berhari-hari.

SYDNEY - Naiknya permukaan laut dan banjir yang disebabkan oleh perubahan iklim akan berdampak pada 1,5 juta warga Australia pada tahun 2050, sebuah laporan penting memperingatkan pada hari Senin (15/9) menjelang rilis target pengurangan emisi negara itu minggu ini.

Penilaian risiko iklim nasional yang telah lama dinantikan mendapati bahwa kenaikan suhu akan menimbulkan dampak "berjenjang, berlipat ganda, dan bersamaan" terhadap kehidupan di Australia, rumah bagi lebih dari 27 juta orang.

"Kita sedang mengalami perubahan iklim sekarang. Ini bukan lagi ramalan, proyeksi, atau prediksi -- ini kenyataan yang nyata, dan sudah terlambat untuk menghindari dampaknya," kata Menteri Iklim Australia Chris Bowen.

Laporan yang disiapkan secara independen untuk pemerintah tersebut menemukan bahwa 1,5 juta orang yang tinggal di wilayah pesisir akan menghadapi risiko kenaikan permukaan laut pada tahun 2050.

Pada tahun 2090, sekitar tiga juta orang akan menghadapi risiko akibat naiknya permukaan air laut.

Kerugian nilai properti Australia diperkirakan melonjak hingga Aus$611 miliar (US$406 miliar) pada tahun 2050 dan dapat meningkat menjadi $770 miliar pada tahun 2090.

Jika suhu meningkat hingga 3 derajat Celsius, kasus kematian akibat panas dapat melonjak lebih dari 400 persen di kota terpadat di negara ini, Sydney, kata laporan itu.

Sebagai salah satu pengekspor bahan bakar fosil terbesar di dunia, Australia telah dikritik karena memperlakukan aksi iklim sebagai beban politik dan ekonomi.

Pemerintah Buruh berhaluan kiri-tengah dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan upaya untuk menurunkan emisi dan meluncurkan energi terbarukan.

Laporan hari Senin muncul saat Australia bersiap merilis putaran berikutnya target pengurangan emisi pada minggu mendatang, kewajiban utama di bawah perjanjian iklim Paris .

Banyak yang berharap negara yang disinari matahari itu akan mengungkapkan target yang lebih ambisius.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.