Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemungkinan Tidak Bersifat Permanen

📅 Kamis, 25 Mar 2021, 03:05 WIB | Oleh:
Kemungkinan Tidak  Bersifat Permanen Doc: Istimewa

Alasan SAR-CoV-2 yang dapat memicu penyakit diabetes sebenarnya tidak asing. Sebelumnya, jenis virus enterovirus pernah menyebabkan peradangan di berbagai kondisi seperti penyakit tangan, kaki, dan mulut. Selain itu, virus tersebut di masa lalu dikaitkan dengan penyakit diabetes.

Ahli endokrinologi dan profesor di Johns Hopkins School of Medicine Dr Mihail Zilbermint, menjelaskan, infeksi virus akut pada dasarnya dapat memicu peradangan parah. Untuk meredakan peradangan, tubuh memproduksi hormon yang berhubungan dengan stres seperti kortisol. Hormon stres dapat menyebabkan kadar gula darah melonjak. Dia kemudian didiagnosis sebagai diabetes.

Pada pasien yang terjangkit virus korona SARS-CoV parah, mengalami sindrom pernapasan akut yang menyerang paru-paru. Ini banyak dialami terutama pada awal pandemi terjadi. "Selanjutnya, virus itu mengembangkan penyakit diabetes," kata Zilbermint seperti dikutip Live Science.

Namun demikian, diabetes yang muncul penderita positif terinfeksi Covid-19 dikaitkan dengan pengobatan yang pernah dilakukan. "Pasien Covid-19 seringkali dirawat dengan obat steroid seperti deksametason," ujar dia.

Obat steroid dikenal dapat menaikkan kadar gula darah, sehingga dianggap berkontribusi timbulnya diabetes. "Diabetes yang diinduksi steroid dapat mereda setelah pasien berhenti minum obat. Namun, terkadang kondisinya menjadi kronis," tambahnya.

Faktor lain yang berkontribusi terhadap ketidakpastian tentang hubungan Covid-19 dengan diabetes adalah berapa banyak pasien yang sudah menderita prediabetes. Mereka memiliki kadar gula darah yang lebih tinggi dari rata-rata saat terjangkit Covid-19.

"Ada kemungkinan bahwa seorang pasien hidup dengan prediabetes selama bertahun-tahun dan tidak mengetahuinya," kata Zilbermint. "Sekarang mereka memiliki infeksi Covid-19 dan infeksi tersebut mendorong mereka untuk mengembangkan diabetes," tegasnya.

Dokter dan peneliti penyakit metabolik dari Montreal Clinical Research Institute, Dr Remi Rabasa-Lhoret mengatakan, para ilmuwan tidak yakin mereka yang mengembangkan diabetes setelah terkena Covid-19 akan mengalami kondisi permanen.

Laporan jurnal Acta Diabetologica menyebutkan, beberapa pasien yang mengembangkan diabetes setelah infeksi virus korona di kemudian hari ternyata kadar gulah darah berangsur menurun. Penurunan bahkan mencapai pada kondisi normal.

"Pasien yang terinfeksi SARS-CoV-2 mungkin mengalami gejala diabetes yang serupa dan berumur pendek. Namun demikian, itu perlu dikonfirmasi dengan penelitian lebih lanjut," ujar Rabasa-Lhoret.

hay/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ribuan Penebang Tebu Sambut Mentan Amran, Diajak Dukung Swasembada Gula Nasional.
    Preview komentar:
    swasambada gula juga tidak kalah pentingnya dari swasembada ...
  • Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional
    Preview komentar:
    Sebagai praktisi yang sering berinteraksi dengan sektor distribusi ...
  • Industri Halal Dinilai Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.
    Preview komentar:
    Membaca ulasan komprehensif ini memberikan perspektif baru yang ...
Luar Negeri
Hari terakhir kompetisi rob...
Ekonomi
Rentan terhadap Tekanan - 2...
Daerah
Wakatobi Disuruh Meniru Pro...
Olahraga
Pantas Menggunduli Indonesi...
"Famtrip Marine Maratua 2026" Promosikan Keindahan Bawah Laut Maratua pada Turis Selam Malaysia dan Singapura

"Famtrip Marine Maratua 2026" Promosikan Keindahan Bawah Laut Maratua pada Turis Selam Malaysia dan Singapura

26 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.