Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenkes Uji Emisi 400 Kendaraan untuk Kurangi Polusi Udara

📅 Jumat, 08 Sep 2023, 19:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenkes Uji Emisi 400 Kendaraan untuk Kurangi Polusi Udara Doc: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari
Ket. Uji Emisi di lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dilakukan pada Jumat (8/9) dengan target utama 400 kendaraan di lingkungan Kemenkes

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menggandeng Polda Metro Jaya untuk uji emisi 400 kendaraan di lingkungan Kemenkes sebagai salah satu upaya mengurangi polusi udara.

"Kita tahu bersama kalau kualitas udara di DKI Jakarta masih mengkhawatirkan, jadi uji emisi ini kita lakukan untuk melihat aspek fungsi kendaraan, jangan sampai kendaraan memberikan kontribusi yang besar terhadap polusi udara," kata Kepala Pusat Krisis Kementerian Kesehatan RI, Sumarjaya, di Jakarta, Jumat (8/9).

Dia menjelaskan, saat ini ada 308 kendaraan dinas roda empat dan roda enam di Kemenkes, sedangkan untuk roda dua ada 92 kendaraan, yang ditargetkan selesai diuji emisi pada sore hari ini.

"Pada tamu juga dicek emisi, jadi hitungannya kalau dengan karyawan bisa 400-600 kendaraan," ucap dia.

Sumarjaya menegaskan, nantinya apabila ditemukan kendaraan yang melewati ambang batas emisi, akan dievaluasi untuk menentukan apakah dilakukan perbaikan atau dihentikan operasinya.

"Kita lihat dulu, kalau ada kerusakan di kendaraan dinas maka akan kita perbaiki, tapi kalau tidak bisa (diperbaiki) maka akan kita hentikan operasinya," tutur dia.

Selain uji emisi, upaya lain yang dilakukan oleh Kemenkes yakni mengimbau para pegawainya untuk beralih ke kendaraan listrik dan memaksimalkan fasilitas antar jemput karyawan dengan 25 unit kendaraan yang sudah beroperasi setiap hari.

"Kendaraan dinas sekarang ini sudah lebih diutamakan untuk mengarah pada kendaraan listrik di beberapa unit pelaksana teknis, supaya dapat kendaraan yang baru, sehingga ketika diuji emisi hasilnya lebih bagus, selain itu antar jemput karyawan juga bisa dimaksimalkan, ada 25 unit yang tersebar," kata dia.

Selain itu, Kemenkes saat ini juga telah menerapkan kebijakan bekerja dari rumah 50 persen, dan bekerja di kantor 50 persen.

"Kalau kualitas udaranya membaik akan kita atur kembali," kata dia.

Sumarjaya juga berpesan kepada masyarakat untuk mengenakan masker ketika beraktivitas keluar rumah.

"Kalau polusi tinggi seperti beberapa hari ini, sebaiknya kalau keluar pakai masker, dan disarankan maskernya jenis KF94 atau KN95," kata dia.

Sementara, Kepala Seksi Tata Tertib Sub Direktorat Penegakan Hukum (Kasi Tatib Subditgakkum) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Edi Supriyanto, mengatakan bahwa uji emisi di kementerian dan lembaga dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengecek emisi kendaraan secara berkala.

"Kita lebih kepada peningkatan kesadaran masyarakat, kita arahkan mereka, tidak ada sanksi tilang, dan parameter lolos uji emisi atau tidak kita sudah punya alatnya dan sudah terintegrasi dengan aplikasi," ujar Edi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

21 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

26 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.