Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenkes Bahas 60 Kasus Gagal Ginjal Anak

📅 Rabu, 07 Agu 2024, 01:25 WIB | Oleh:
Kemenkes Bahas 60 Kasus  Gagal Ginjal Anak Doc: ANTARA/Luthfia Miranda Putri
Ket. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kiri) dan Penjabat Gubernur Heru Budi Hartono meninjau Puskesmas Tebet, Jakarta, Selasa (6/8). Puskesmas ini terpilih menjadi percontohan Integrasi Layanan Primer (ILP) bidang kesehatan. Tujuannya, untuk menghubungkan beragam siklus kehidupan dari bayi, anak, dewasa, hingga lanjut usia.

JAKARTA - Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM) akan dipanggil Menteri Kesehatan terkait temuan kasus 60 pasien anak gagal ginjal.

"Saya akan panggil teman-teman dari RSCM. Saya dengar kasus sekarang berbeda dengan gagal ginjal sebelumnya," ujar Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, di Puskesmas Tebet Jakarta Selatan, Selasa.

Budi menjelaskan, tenaga kesehatan Puskesmas sudah melakukan penyaringan (screening) secara masif mulai dari orang dewasa hingga anak-anak yang akhirnya ditemukan 60 kasus tersebut. Namun, dia menyatakan kasus tersebut sudah lama tercatat.

"Di puskesmas sudah ada 200 juta skrining lebih dari 60 juta orang," ujarnya. "Jadi, yang di rumah sakit bukan tiba-tiba melonjak gara gara ada kejadian luar biasa, tapi karena dulu tidak terdeteksi," ujarnya.

Maka dari itu, dia mengimbau agar pengidap gagal ginjal bisa lebih mengetahui penyakitnya melalui penyaringan di rumah sakit sehingga penanganan bisa cepat. Kemudian, masyarakat juga diminta mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang bisa menyebabkan stroke, gagal ginjal, hingga penyakit mata.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta, mencatat sebanyak 60 anak menjalani terapi penyakit gagal ginjal RSCM. Pemprov menyediakan tujuh dokter spesialis anak sub spesialis nefrologi untuk merawat anak-anak yang gagal ginjal.

Tujuh dokter tersebut terdiri dari empat bertugas di RSCM, dua di Rumah Sakit Anak Bunda Harapan Kita, dan satu di RS Pantai Indah Kapuk.

Penanganan gagal ginjal anak dapat dilakukan dengan terapi cuci darah (dialisis).

Belum 100 Persen

Sementara itu, pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Jakarta Timur hingga kemarin belum mencapai 100 persen. Datanya baru mencapai 336.805 anak atau 93,8 persen. Sasaran adalah balita usia 0-7 tahun sebanyak 358.952 anak.

"Saat ini sudah mencapai 358.952 anak yang ikut imunisasi. Saya harap target 100 persen dapat segera tercapai," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Herwin Meifendy. "Kita akan terus gencarkan hingga cakupan 100 persen anak diimunisasi polio tercapai," katanya.

Salah satunya dengan melakukan imunisasi polio di pusat perbelanjaan atau pasar, khususnya pada hari Sabtu dan Minggu atau akhir pekan.

"Kami mengajak pengelola mal atau pusat perbelanjaan untuk membuka pos PIN Polio di area strategis terutama setiap hari Sabtu dan Minggu," harap Herwin.

Sudin Kesehatan Jaktim pun terus melakukan sosialisasi PIN Polio kepada masyarakat melalui kegiatan masyarakat maupun keagamaan. Tujuannya untuk menyampaikan pesan-pesan penting mengenai imunisasi. Sosialisasi juga melalui media komunikasi yang lebih masif dengan memanfaatkan saluran seperti Grup WhatsApp dan Facebook.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.