Kemenhub Siap Antisipasi Lonjakan Penumpang Pesawat Saat Libur Nataru
📅 Minggu, 16 Nov 2025, 23:14 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Humas Kemenhub
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan operasi khusus untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pesawat menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Upaya ini dilakukan guna memastikan layanan transportasi udara tetap aman, selamat, dan nyaman selama periode puncak mobilitas masyarakat.
Demikian disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F Laisa, di Jakarta, Minggu (16/11).
“Kami menyiapkan rencana operasi khusus untuk memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jasa penerbangan menjelang libur Natal 2025-Tahun Baru 2026,” ujar dia.
Lukman menjelaskan bahwa posko pemantauan angkutan udara Nataru akan dibuka pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Posko berpusat di Kantor Pusat Kemenhub dan akan memantau aktivitas penerbangan di 257 bandara di seluruh Indonesia.
Menurut dia, jumlah penumpang diperkirakan meningkat signifikan dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya. Baik pada penerbangan domestik maupun internasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk mengakomodasi peningkatan mobilitas, Ditjen Hubud memproyeksikan kebutuhan 326 pesawat selama periode Nataru. Terdiri atas 286 pesawat jet dan 40 pesawat propeller.
Sementara itu, armada pesawat udara nasional saat ini mencapai 560 unit, dengan 366 pesawat siap beroperasi dan 194 unit sedang menjalani perawatan. Maskapai dengan armada terbanyak antara lain Lion Air (97 unit), Wings Air (77 unit), serta Garuda Indonesia (81 unit).
Puncak arus keberangkatan Natal diperkirakan terjadi pada 21 Desember 2025. Adapun puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 3–4 Januari 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lima bandara diperkirakan menjadi yang tersibuk, yaitu Bandara Soekarno–Hatta (Tangerang), Ngurah Rai (Denpasar), Sultan Hasanuddin (Makassar), Kualanamu (Medan), dan Juanda (Surabaya). Untuk penerbangan internasional, pergerakan terbesar akan terjadi dari dan menuju Singapura serta Kuala Lumpur.
Lukman menegaskan seluruh operator penerbangan dan pengelola bandara diminta meningkatkan kesiapsiagaan, terutama terkait aspek keselamatan dan layanan penumpang.
“Kami sudah menyiapkan contingency plan dan pedoman bandara siaga bencana untuk menghadapi kondisi darurat,” kata dia.
Selain itu, pemerintah bersama operator penerbangan memberikan sejumlah insentif guna menekan tarif tiket pesawat selama masa liburan. Insentif tersebut meliputi diskon Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tiket ekonomi, pengurangan biaya layanan bandara, serta penurunan harga avtur di 37 bandara.
“Diskon tarif berlaku untuk pembelian tiket pada 22 Oktober 2025 sampai 10 Januari 2026 dan periode penerbangan 22 Desember 2025 sampai 10 Januari 2026. Semoga ini menjadi kado terbaik bagi para penumpang di musim liburan kali ini,” ujar Lukman. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!