Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemendikbudristek: Matching Fund Dongkrak Indeks Inovasi-Reputasi RI

📅 Minggu, 29 Okt 2023, 23:00 WIB | Oleh:
Kemendikbudristek: Matching Fund Dongkrak Indeks Inovasi-Reputasi RI Doc: ANTARA/HO-Kemendikbudristek
Ket. Kemendikbudristek meluncurkan Dana Padanan 2024 Perguruan Tinggi Vokasi di Jakarta, Jumat (27/10/2023).

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi menyatakan program Matching Fund atau Dana Padanan mampu memberi dampak peningkatan pada Global Innovation Index (GII) atau Indeks Inovasi Indonesia serta Score University-Industry Collaboration atau skor kolaborasi antara industri dan universitas di Indonesia.

"Kita ingin menimbulkan kepercayaan masyarakat global tentang kesiapan kita menjadi negara yang mampu secara aktif dan produktif ikut dalam berbagai aktivitas ekonomi global," kata Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudritek Kiki Yuliati dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Pada 2021, GII yang menilai tingkat produktivitas dan inovasi menempatkan Indonesia di peringkat 87 dan naik ke peringkat 75 pada 2022 hingga semakin naik ke peringkat 61 dari 132 negara pada 2023.

Program Matching Fund yang berhasil menciptakan ekosistem kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dalam menghasilkan produk inovasi juga berdampak pada peningkatan signifikan skor dari University-Industry Collaboration.

Pada 2020, skor University-Industry Collaboration Indonesia adalah 53.5 yang kemudian berhasil naik pada 2023 yaitu mencapai 87.4 atau meningkat 38 persen.

Menurut Kiki, dengan reputasi yang baik di kancah global maka kepercayaan para investor terhadap Indonesia akan meningkat sehingga diharapkan dapat berdampak signifikan terhadap kemajuan ekonomi bangsa Indonesia.

Sementara untuk tahun depan, program Matching Fund kembali hadir dengan terobosan baru yakni lebih awal dan melakukan terobosan pembiayaan multiyear atau multi-tahun untuk menjamin keberlanjutan penelitian.

Kiki mengatakan skema pembiayaan yang dilakukan secara multi-tahun itu dapat menjamin keberlanjutan riset sehingga diharapkan mendorong pelaksanaan teaching factory atau teaching industry di perguruan tinggi vokasi.

"Salah satu yang ingin kami kejar dari multiyear ini adalah pembangunan teaching factory atau teaching industry di kampus-kampus vokasi. Karena pada dasarnya pendidikan vokasi adalah industrial based learning," ujar Kiki.

Dengan skema pendanaan multi-tahun tersebut diharapkan industri dapat bekerja sama dengan satuan pendidikan vokasi untuk mendukung pembelajaran sekaligus memproduksi barang atau jasa.

Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi Kemendikbudristek Beny Bandanadjaja menjelaskan skema pendanaan multi-tahun diperuntukkan bagi penelitian skema A yakni hilirisasi inovasi hasil riset untuk tujuan komersialisasi, serta hilirisasi kepakaran untuk menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Selain itu, skema tersebut turut diperuntukkan bagi pengembangan produk inovasi bersama DUDI/mitra inovasi, dan peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) atau produk substitusi impor melalui proses reverse engineering. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.